Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono meninjau langsung kesiapan angkutan laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Perak guna memastikan kelancaran arus mudik dan distribusi logistik selama periode puncak.

“Kesiapan dimulai dari pelabuhan. Secara kapasitas, baik untuk kapal, penumpang, kendaraan maupun logistik, masih dalam kondisi aman bahkan terdapat cadangan kapasitas sekitar 40 persen,” ujarnya, di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu.

Ia menyebut kesiapan kepelabuhanan menjadi faktor utama dalam mendukung kelancaran angkutan Lebaran, mulai dari kapasitas dermaga, kapal, hingga daya tampung penumpang dan kendaraan.

Menurut dia, kondisi over supply tersebut menjadi indikator positif untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode angkutan Lebaran yang ditetapkan pemerintah mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. 

Dengan kapasitas yang tersedia, diharapkan tidak terjadi penumpukan penumpang maupun kesulitan masyarakat memperoleh tiket transportasi laut.

Dari sisi keselamatan pelabuhan telah menerapkan sistem keamanan dan keselamatan sesuai standar internasional, termasuk Safety Management System dan International Safety Management Code yang mengacu pada ketentuan Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan konvensi keselamatan pelayaran.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya penguatan aspek keselamatan di luar area pelabuhan dan kapal, khususnya pada jalur pelayaran padat di wilayah timur Indonesia.

Ia menyoroti perlunya optimalisasi peran Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Badan Keamanan Laut (Bakamla), serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam mengantisipasi kondisi darurat selama musim mudik.

Bambang Haryo mengusulkan agar armada SAR dan helikopter siaga ditempatkan di titik strategis jalur pelayaran padat, khususnya di kawasan segitiga pelayaran antara Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, tepatnya di sekitar perairan Masalembu yang merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Menurutnya, kawasan tersebut menjadi simpul lalu lintas kapal menuju wilayah timur Indonesia hingga Papua, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan ekstra.

Selain aspek operasional dan keselamatan, Bambang Haryo juga menyoroti perlindungan asuransi bagi penumpang. 

Ia meminta kesiapan Jasa Raharja disesuaikan dengan jadwal resmi angkutan Lebaran yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.

Terkait santunan kecelakaan, ia mendorong peningkatan nilai pertanggungan yang saat ini sebesar Rp50 juta untuk korban meninggal dunia.

Ia menyatakan akan mengusulkan peningkatan nilai santunan menjadi kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta melalui koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Keuangan.
 

Pewarta: Faizal Falakki

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026