Kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel di Surabaya, Jawa Timur, selalu dipadati peziarah menjelang waktu berbuka puasa. Wisata religi di Kecamatan Semampir itu, memang memiliki daya tarik tersendiri khususnya saat Ramadhan.

Para peziarah, tak sedikit yang berbuka puasa dengan membeli berbagai jajanan di sekitar destinasi wisata religi tersebut. Tak jarang, peziarah harus berdesakan hanya untuk memilih menu berbuka di kawasan itu.

Sesungguhnya, bagi para peziarah yang lebih menyukai kawasan dengan suasa tenang saat berbuka puasa, bisa berkunjung ke kawasan Wisata Kuliner Kalimas Timur, yang lokasinya tak jauh dari Makam Sunan Ampel.

WIsata Kuliner Kalimas Timur berada di Jalan Kalimas Timur, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantian, dan hanya berjarak 750 meter dari kompleks Makam Sunan Ampel. 

Untuk menuju kawasan Wisata Kuliner Kalimas Timur, peziarah dapat menempuhnya kurang lebih sekitar 10 menit dengan berjalan kaki atau empat menit jika menggunakan sepeda motor.

Dari pintu utama Makam Ampel, untuk menuju Kalimas Timur, pengunjung cukup mengikuti arus lalu lintas jalan keluar dari kawasan Ampel menuju arah Kalimas hingga area tepian sungai. 

Di kawasan itu, area terbuka di sepanjang aliran sungai dimanfaatkan warga untuk duduk santai, berbincang, serta menunggu azan Maghrib berkumandang.

Sentra kuliner itu resmi dibuka oleh Pemerintah Kota Surabaya pada 2024 dan beroperasi setiap hari pukul 15:00 hingga 24:00 WIB. Lebih dari 15 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) beroperasi di Kalimas Timur.

Sebagai lokasi pilihan untuk berbuka puasa yang tak jauh dari kompleks Makam Sunan Ampel Surabaya, Kalimas Timur memiliki beragam jajanan dan makanan dengan harga yang terjangkau, berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp20 ribu.

Berbagai menu yang disajikan seperti jus buah dan es kacang hijau, yang cocok untuk melepas dahaga setelah berpuasa. Selain itu, juga ada jajanan untuk takjil seperti kebab, martabak, serta aneka sajian ala angkringan. 

Es kacang hijau bisa dikatakan menjadi salah satu menu pilihan jika berbuka puasa di Kalimas Timur. Kacang hijau yang empuk dengan tekstur lembut namun tetap utuh, dipadukan dengan santan dan gula merah cair, sangat cocok untuk berbuka puasa.

Pedagang es kacang hijau di kawasan Wisata Kuliner Kalimas Timur yang merupakan warga Pabean Cantian, Ahmad Nawawi, mengatakan ia telah berjualan di area tersebut selama dua tahun, dengan harga Rp5 ribu untuk porsi dasar dan Rp10 ribu untuk varian lengkap. 

"Biasanya pembeli memilih yang lengkap untuk berbuka," ujarnya.

Selain itu, di Kawasan Wisata Kalimas Timur, pengunjung dapat memilih menu yang lebih berat untuk berbuka puasa seperti nasi goreng, bihun kuah, dan lainnya.

Bagi para pecinta nasi goreng, tak ada salahnya mencoba Nasi Goreng Pak Sidik. Nasi goreng di warung tersebut dimasak menggunakan tungku arang, yang menghadirkan aroma menggoda dan menggugah selera.

Bara arang yang menyala merata, membuat bumbu lebih meresap serta menghasilkan cita rasa lebih kuat. Racikan bawang putih, bawang merah dengan telur serta ayam, berdesis seolah memanggil pembeli, yang dibarengi aroma sedap di sekeliling lapak.

Nasi goreng memang menjadi salah satu pilihan yang tak pernah salah untuk mengisi perut kosong, termasuk setelah menunaikan ibadah puasa.

Menjelang azan Maghrib, suasana di tepi Kalimas Timur yang diangkat sebagai destinasi kuliner berbasis waterfront city itu relatif tenang. Deretan stan diterangi lampu warna-warni yang menarik, menghiasi kawasan yang hingga kini masih belum diketahui banyak orang.

Selain menjadi alternatif berbuka bagi peziarah Makam Ampel, kawasan itu membuka ruang bagi warga setempat untuk mengembangkan usaha kuliner di kawasan tepian sungai. Keberadaan sentra tersebut diharapkan memperkuat UMKM lokal di sekitar Kalimas Timur. 

Dengan jarak kurang dari satu kilometer dari Makam Ampel, sentra kuliner Kalimas Timur dapat menjadi pilihan bagi peziarah yang ingin berbuka puasa sekaligus mendukung UMKM setempat. Silahkan mencoba!

 

 

*) Widya Chandrawati dan Risky Widana adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang melaksanakan Magang Magenta di Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Timur

Pewarta: Widya Chandrawati dan Risky Widana *)

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026