Founder Fluence.id Anto Arifanto mengatakan platform tersebut dirancang untuk mempertemukan jenama, termasuk UMKM, dengan konten kreator secara langsung tanpa perantara agensi, sehingga proses kerja sama dan penentuan harga lebih terbuka.
"Fluence.id memungkinkan brand mengunggah kampanye lengkap dengan brief, timeline, dan anggaran, lalu konten kreator dapat memilih pekerjaan sesuai kesepakatan budget yang ditawarkan," kata Anto di Surabaya, Senin.
Ia menjelaskan, Fluence.id menyediakan tiga mode kerja sama, salah satunya paid per view, yang menurutnya dibuat untuk memangkas praktik iklan digital yang dinilai tidak transparan, seperti data penayangan tanpa informasi publisher.
Selain itu, kata dia, sistem Fluence.id dilengkapi dashboard dan escrow sehingga laporan views maupun engagement dapat diakses kedua belah pihak, sekaligus memudahkan komunikasi apabila terdapat perubahan kampanye.
Ia menambahkan, pembayaran bagi konten kreator akan masuk otomatis ke saldo dompet digital setelah target sesuai perjanjian terpenuhi, sehingga tidak ada lagi proses penagihan manual.
"Kami tidak mengenakan biaya pendaftaran bagi influencer, sementara brand dikenakan charge 10 persen dari total iklan yang dipasarkan melalui Fluence.id," ucapnya.
Ia menyebut saat ini Fluence.id menargetkan sekitar 2.000 UMKM untuk tahap awal, serta berencana menggelar agenda sosialisasi di sejumlah kota besar setelah Lebaran.
“Di sini semuanya terbuka, tidak ada hidden fee, dan harga yang tertera pada sistem itu harga real yang akan dibayarkan oleh brand,” tuturnya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026