National Hospital secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding dengan Guangzhou Concord Cancer Center (GCCC), China sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengembangan Pusat Layanan Kanker Terpadu (Cancer Center) di Indonesia.
CEO National Hospital Ang Hoey Tiong dalam keterangannya di Surabaya, Kamis mengatakan kolaborasi tersebut menjadi tonggak penting dalam menghadirkan layanan kanker berstandar internasional dengan pemanfaatan teknologi mutakhir serta pendekatan multidisiplin yang komprehensif.
"Melalui penandatanganan tersebut, kedua institusi sepakat untuk membangun kerangka kerja sama jangka panjang yang berfokus pada peningkatan kualitas diagnosis, terapi, serta manajemen klinis pasien kanker," katanya.
Ia mengatakan kolaborasi itu merupakan wujud komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kanker terbaik bagi masyarakat Indonesia.
"Kami siap memberikan layanan kanker yang semakin komprehensif, modern, dan berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia," katanya.
Ia mengatakan, adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati yakni transfer teknologi dan radioterapi tingkat lanjut kerja sama penerapan teknologi radioterapi modern termasuk, namun tidak terbatas pada sistem proton therapy dan LINAC guna meningkatkan akurasi serta efektivitas pengobatan kanker.
"Program sister hospital yang merupakan program pertukaran tenaga medis. Seperti dokter spesialis onkologi, perawat, dan fisikawan medis, untuk program pelatihan klinis, pengembangan kompetensi, serta peningkatan manajemen layanan. Ketiga, telemedicine dan konsultasi jarak jauh," ucapnya.
President Guangzhou Concord Cancer Center Wei Jiang menambahkan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya memperluas kontribusi global dalam pengembangan layanan kanker.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan pertukaran pengetahuan yang bermanfaat serta meningkatkan akses masyarakat terhadap teknologi dan standar perawatan kanker terbaik,” katanya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026