PT Kereta Api Indonesia (Persero) memetakan titik rawan di jalur Daerah Operasi (Daop) 9 Jember dalam menyambut masa angkutan Lebaran 2026 untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api.
Manajemen KAI melakukan inspeksi menyeluruh ke berbagai wilayah operasional menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS), termasuk menyisir jalur di wilayah Daop 9 Jember pada Kamis.
"Inspeksi dilaksanakan dengan Kereta Api Inspeksi (KAIS) adalah langkah pengendalian risiko," kata Manager Hukum dan Humasda Daop 9 Cahyo Widiantoro di Jember, Kamis.
Inspeksi tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan PT KAI antara lain jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, perwakilan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Direktorat Jenderal Perkeretaapian, serta Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Surabaya.
"Kegiatan itu merupakan upaya preventif memastikan seluruh aspek pelayanan dan keselamatan siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat secara nasional jelang angkutan Lebaran 2026," ujarnya.
Menurutnya, angkutan Lebaran memiliki kompleksitas operasi yang tinggi, sehingga melalui KAIS, pihak KAI memastikan kesiapan lintas, sarana, sumber daya manusia (SDM), serta pengamanan dilakukan secara menyeluruh berbasis kondisi lapangan.
Sebagai bagian dari langkah mitigasi risiko nasional, lanjut dia, KAI menetapkan sejumlah titik strategis sebagai Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus).
Di wilayah Daop 9 Jember, terdapat dua lokasi yang mendapatkan perhatian ekstra karena karakteristik kontur alam dan potensi gangguannya yakni Km 76+000 s.d 76+800 (Antara Rejoso - Grati) yang tergolong area tanah labil.
"Upaya mitigasi dilakukan melalui perbaikan tubuh baan dan penguatan dinding penahan tanah," katanya.
Kemudian Bangunan Hikmat 93 Km 18+670 (Antara Banyuwangi - Ketapang) yang merupakan lokasi rawan banjir yang diantisipasi dengan normalisasi saluran air secara berkala.
"Guna menjamin kelancaran operasional, KAI juga menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang terdiri dari stok pasir, bantalan rel, hingga batu balas di delapan stasiun strategis, yakni: Pasuruan, Probolinggo, Klakah, Tanggul, Jember, Kalisat, Kalibaru, dan Ketapang," katanya.
Ia menjelaskan langkah itu memastikan respon cepat tim lapangan jika terjadi gangguan prasarana di titik-titik tersebut.
Melalui KAIS, KAI Daop 9 Jember tidak hanya memastikan kesiapan teknis, tetapi juga menyatukan persepsi dan soliditas seluruh Insan KAI dan stakeholder.
"Fokus kami adalah menjaga keselamatan, keandalan perjalanan, dan kenyamanan pelanggan selama Angkutan Lebaran," katanya.
Editor : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026