Google Indonesia memperkuat kolaborasi dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Jasa Marga untuk mendukung penyediaan informasi arus mudik 2026 melalui integrasi data rekayasa lalu lintas dan layanan peta digital.
Manajer Pengembangan Mitra Strategis Geo Google Indonesia Richard Darsono usai rapat koordinasi mudik 2026 di Jakarta, Kamis, mengatakan kerja sama itu telah berjalan selama lima tahun dan difokuskan kepada penyediaan informasi rute dan lalu lintas yang akurat bagi masyarakat.
"Kami bekerja sama dengan Korlantas dan Jasa Marga untuk memperbarui informasi rute, jadwal penutupan jalan, serta titik penting yang bisa menjadi referensi pemudik di Google Maps,” kata Richard.
Pengguna dapat memanfaatkan Google Maps untuk melihat pilihan rute perjalanan, jadwal transportasi umum seperti kereta api, serta estimasi tarif tol. Google juga menyediakan fitur unduh peta agar navigasi tetap dapat digunakan di wilayah dengan sinyal terbatas.
Kepala Sub Bagian Pengendalian Operasional Bagian Operasional (Kasubbag Dalops Bag Ops) Korlantas Polri Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Renaldi Oktavian dalam acara yang sama mengatakan mereka akan menyalurkan data manajemen dan rekayasa lalu lintas selama periode mudik kepada platform digital agar dapat diakses masyarakat secara luas.
"Informasi rekayasa lalu lintas perlu diketahui masyarakat supaya bisa menentukan pilihan rute dan waktu perjalanan. Skema pengaturan arus disiapkan berdasarkan data lapangan dan pantauan titik krusial,” kata Renaldi.
Pengecekan dilakukan di jalur tol, jalur arteri, dan sejumlah ruas fungsional yang direncanakan beroperasi saat mudik. Rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah juga disiapkan dengan mempertimbangkan kapasitas jalur alternatif.
Kepala Komunikasi Korporat dan Pengembangan Komunitas Jasa Marga Lisye Octaviana mengatakan perusahaan mendukung integrasi data perjalanan melalui aplikasi Travoy yang terhubung dengan Google Maps.
Melalui aplikasi tersebut, kata dia, masyarakat dapat melihat informasi tarif tol, gerbang tol, durasi perjalanan, serta kondisi lalu lintas di ruas tol.
Jasa Marga saat ini mengoperasikan lebih dari 3.500 kamera pemantau untuk menyediakan informasi kondisi jalan dan area istirahat secara waktu nyata guna membantu pemudik merencanakan perjalanan.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026