Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) berjenis RON 92, RON 95, RON 98, hingga solar tersedia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik pemerintah dan swasta.
Hal ini disampaikan Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, sebagai respons atas terjadinya kekosongan stok BBM di SPBU Shell.
"Saya pikir semuanya ada ya, RON 92, RON 95, RON 98, semuanya ada kok Solar juga ada. Jadi tinggal dilakukan B2B (business to business) saja," ujar Bahlil.
Terkait dengan izin impor SPBU Shell, Bahlil mengatakan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Nanti coba saya cek ya," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan izin impor bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Shell masih dievaluasi.
"Ya, kami evaluasi. Sedang dievaluasi (izin impor BBM-nya)," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2).
Laode menyampaikan salah satu pertimbangan mengapa izin impor BBM untuk Shell masih dievaluasi adalah terlambatnya Shell menyetujui untuk melakukan pembelian BBM melalui PT Pertamina ketika kelangkaan BBM di SPBU swasta terjadi pada kuartal akhir 2025.
"Kan Shell itu terakhir kan menyetujui proses pembelian (BBM). Jadi, ya, kami evaluasi," kata Laode.
Izin impor yang belum diberikan tersebut menyebabkan Shell belum bisa mengimpor BBM, termasuk mendistribusikannya kepada SPBU-SPBU Shell.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026