Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi jasad seorang wisatawan yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin pagi.
Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek Bayu Prasetyo mengatakan, korban bernama Muhamad Attaya Ulum (20), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ditemukan terdampar di dekat batu karang sekitar 100 meter dari titik awal korban dilaporkan terseret ombak.
"Korban ditemukan sekitar pukul 05.45 WIB oleh Tim Potensi SAR saat melaksanakan patroli rutin di kawasan Pantai Sine sebelum pencarian hari ketiga dimulai," kata Bayu.
Ia menjelaskan, patroli pagi merupakan bagian dari prosedur standar sebelum Operasi SAR dilanjutkan.
Saat menyusuri garis pantai, petugas melihat sesosok tubuh tergeletak di dekat batu karang dan segera melakukan pengecekan untuk memastikan identitas temuan tersebut.
Setelah dipastikan identik dengan ciri-ciri korban yang dicari, Tim Potensi SAR langsung melaporkan temuan itu ke Pos SAR Basarnas Trenggalek.
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi penemuan untuk melakukan proses evakuasi.
"Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dan selesai sekitar pukul 06.30 WIB," ujar Bayu.
Korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk penanganan medis lebih lanjut serta proses administrasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Bayu menambahkan, selama proses pencarian, Basarnas mengerahkan sejumlah unsur SAR gabungan yang terbagi dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU).
Pencarian dilakukan melalui penyisiran darat, pemantauan permukaan laut, patroli perahu, serta penyelaman di sekitar muara Pantai Sine.
Menurut dia, pada hari kedua dan ketiga pencarian, kondisi cuaca dan gelombang laut relatif mendukung sehingga tim dapat memaksimalkan upaya pencarian, khususnya dengan menurunkan tim penyelam di sekitar titik korban dilaporkan hilang.
"Karena karakteristik muara dan arus di Pantai Sine cukup kuat, kami menduga korban tersangkut di sekitar batu karang atau dasar muara," kata Bayu.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR Gabungan secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup setelah dilakukan apel dan evaluasi pada Senin pagi. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.
Basarnas mengimbau masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai selatan, khususnya dengan memperhatikan kondisi ombak, arus, serta mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang.
Editor : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026