Sidoarjo - Puluhan warga Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo demo di kantor desa setempat terkait dengan pembangunan tower seluler yang dinilai masih belum mendapatkan izin dari masyarakat. Salah seorang koordinator aksi, Abdul Kodir, mengatakan, warga terpaksa demo karena pembangunan tower tersebut sarat dengan kecurangan yang diduga oleh oknum desa setempat. "Sebagian warga yang ada di sini tidak setuju dengan adanya pembangunan tower tersebut, akan tetapi kenyatannya tower tersebut tetap dibangun meskipun belum mengantongi ijin mendirikan bangunan atau IMB," katanya saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Rabu. Ia mengemukakan, pihaknya menduga, aparat desa tersebut dinilai telah melakukan tindakan kecurangan hingga proses berdirinya tower tersebut bisa direalisasikan meskipun belum mendapatkan ijin dari warga masyarakat. "Kami ingin, tower yang sudah berdiri tersebut segera dirobohkan kembali karena jelas-jelas pembangunan tower tersebut belum mendapatkan ijin dari masyarakat," katanya. Sementara itu, Arthur dari perwakilan pihak pembangun tower yang hadir dalam pertemuan dengan warga mengaku bersalah dan siap untuk mendapatkan sanksi dari intansi yang ada terkait dengan pembangunan tower tersebut. "Kami akui memang belum melengkapi ijin yang diajukan. Oleh karena itu, kami siap untuk menerima sanksi tersebut," katanya. Dalam melakukan aksinya tersebut sebagian warga yang didominasi ibu-ibu melakukan penyegelan di titik pendirian tower dengan menggunakan spanduk. Setelah melakukan penyegelan di titik pembangunan tower, warga kemudian berjalan kaki menuju ke kantor desa setempat yang berjarak sekitar 700 meter dari lokasi tower. Di balai desa, warga kembali berorasi sambil membentangkan spanduk tuntutan mereka yang berbunyi "robohkan tower harga mati" serta melakukan dialog dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Sidoarjo.(*)

Pewarta:

Editor : FAROCHA


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013