Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, meminta masyarakat mewaspadai merebaknya virus Nipah yang memiliki tingkat kematian tinggi.
"Kami mengadakan cek kesehatan gratis untuk warga Gunung Sari Indah dalam rangka menyambut HUT Gerindra ke-18,” kata dia, usai cek kesehatan di posko pemenangan Cak Yebe, Selasa.
Ia mengatakan, kegiatan itu langkah pencegahan dini dan penguatan kesadaran kesehatan masyarakat.
"Kegiatan ini menitikberatkan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi warga lanjut usia," katanya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta, dengan fokus pada deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat, khususnya lansia yang dinilai rentan terhadap berbagai penyakit.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap virus Nipah, yang saat ini dilaporkan telah merebak di sejumlah negara, termasuk Thailand.
“Virus nipah ini memiliki tingkat fatalitas yang tinggi, secara global bisa mencapai 40 hingga 75 persen. Walaupun di Indonesia belum ada kasus terkonfirmasi, kewaspadaan tetap harus dibangun sejak dini,” kata dia.
Ia memaparkan, virus nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar pemakan buah, dan pernah menyebabkan wabah di beberapa negara Asia. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah menyampaikan bahwa Indonesia saat ini masih dalam status waspada dan belum menemukan kasus positif.
“Virus ini dari kelelawar buah atau bahasa jawanya codot. Dan justru karena belum ada kasus, langkah pencegahan seperti cek kesehatan gratis ini menjadi penting agar masyarakat terbiasa memeriksa kondisi tubuhnya dan tidak abai terhadap gejala awal penyakit,” ujar dia.
Ia menyampaikan, kegiatan kesehatan yang dilakukan menjelang HUT Gerindra sejalan dengan agenda nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kesehatan rakyat sebagai prioritas. Menurutnya, ketahanan kesehatan harus dibangun dari tingkat paling dasar, yakni keluarga dan lingkungan sekitar.
“Program yang dekat dengan masyarakat seperti ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap kebijakan nasional dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia,” ucapnya.
Ia mengimbau warga Surabaya untuk tidak panik, namun tetap disiplin menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Dia meminta masyarakat waspada terhadap konsumsi makanan, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam tinggi, gangguan pernapasan, atau penurunan kesadaran.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis ini dan terus mengikuti arahan tenaga medis agar Surabaya tetap aman dan sehat,” ujarnya.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026