Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur meluncurkan program pendampingan bagi 1.600 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah selama satu tahun penuh pada Kick Off Launching di kantor Dewan Pimpinan Wilayah PKS setempat di Surabaya, Sabtu.

“Banyak UMKM itu sebenarnya punya produk bagus, tapi berhenti di tengah jalan karena tidak ada yang mendampingi. Program ini kami desain agar UMKM tidak berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama, belajar bersama, dan naik kelas bersama,” ujar Ketua Bidang Pembinaan UMKM, Ekonomi Kreatif dan Koperasi (BOEMKraf) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur Wahyu Hermanto.

Ia menjelaskan, total peserta program mencapai 1.600 pelaku UMKM dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

"Dari jumlah tersebut, 150 peserta mengikuti pendampingan secara luring di kantor PKS, sedangkan 1.450 peserta lainnya mengikuti secara daring," katanya.

Menurut Wahyu, selama setahun penuh peserta akan memperoleh pendampingan intensif, mulai dari penguatan mindset kewirausahaan, manajemen usaha, pencatatan keuangan, pengemasan produk, hingga pemasaran digital.

Program ini dirancang sebagai proses berkelanjutan yang menyentuh kebutuhan riil pelaku usaha.

Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana mengapresiasi program tersebut sebagai bentuk kehadiran PKS dalam menjawab persoalan ekonomi masyarakat.

Ia menilai pendampingan UMKM berkontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi keluarga dan penciptaan lapangan kerja di daerah.
PKS Jawa Timur menyatakan program pendampingan ini melibatkan mentor-mentor berpengalaman di bidang kewirausahaan.

Melalui pendekatan terstruktur, UMKM binaan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jejaring, serta melahirkan pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing di Jawa Timur.

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026