Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim), mencatat ada sebanyak 238 peristiwa bencana alam yang terjadi di wilayah itu sepanjang tahun 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Cahaya Wijaya dalam keterangannya di Magetan, Rabu, mengatakan bencana alam selama 2025 tersebut diakibatkan cuaca ekstrem yang terjadi di Magetan, mulai bencana tanah longsor, banjir luapan, hingga angin kencang.
"Sesuai data, bencana alam di Magetan dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi di Magetan," ujarnya.
Sesuai data, lanjut Cahaya Wijaya, dari 238 bencana yang terjadi, sebanyak 107 bencana merupakan kejadian cuaca ekstrem angin kencang, 99 bencana kejadian tanah longsor, 17 kejadian merupakan evakuasi pencarian dan pertolongan hewan, tujuh kejadian banjir luapan, tujuh kejadian evakuasi pencarian dan pertolongan, serta satu kebakaran.
Dampak dari ratusan bencana tersebut, katanya, ada dua korban meninggal dunia, empat korban luka, dan 98 pohon tumbang.
Sedangkan dampak kerusakan bencana alam selama tahun 2025 tercatat 153 rumah warga rusak, empat jembatan rusak, lima sekolah rusak, dua mushala rusak, dua ruko rusak, tiga sepeda motor rusak, satu mobil rusak, dan 75 hektare sawah terdampak.
Adapun untuk sebaran kejadian wilayah, Kecamatan Poncol tercatat paling banyak dan rawan terjadi bencana dengan jumlah mencapai 62 kejadian sepanjang tahun 2025.
Daerah berikutnya yang paling banyak terjadi bencana adalah Kecamatan Plaosan dengan 39 kejadian, Kecamatan Ngariboyo 25 kejadian, Kecamatan Magetan 21 kejadian, dan Kecamatan Maospati 13 kejadian.
Cahaya Wijaya menambahkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan menyebabkan terjadinya bencana di Kabupaten Magetan. Karena itu BPBD Magetan meminta warga untuk waspada jika hujan deras dan angin kencang terjadi, utamanya di wilayah lereng Gunung Lawu.
Terbaru, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Magetan menangani laporan pohon tumbang pada Rabu (14/1) pagi di kawasan Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Pohon jenis kersen dengan lingkar sekitar 70 centimeter tersebut tumbang dan menimpa kabel milik Telkom.
TRC PB Magetan bersama TNI, Polri, Disparbud, Perhutani, BBWS, relawan, dan masyarakat sekitar, langsung melakukan penanganan.
BPBD Kabupaten Magetan mengimbau masyarakat untuk waspada saat hujan lebat disertai angin kencang, hindari aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.
"Jangan berteduh atau melintas di bawah pohon besar, pohon miring, atau ranting yang tampak rapuh, serta menjauh dari pohon yang menyentuh atau tertahan kabel listrik karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan sengatan listrik," katanya.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026