Indonesian Hypnosis Center (IHC) bersama Korps Relawan Muhammadiyah (KAWANMU) memberikan pembekalan hipnoterapi kepada relawan psikososial yang membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Direktur IHC Avifi Arka dalam keterangannya yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan hipnoterapi bertujuan untuk meminimalkan terjadinya trauma bagi para korban maupun masing-masing relawan yang bertugas.
"Merawat kesehatan mental mereka bukan pilihan tapi kebutuhan," kata Avifi.
Dia menjelaskan, menurut Chinese Journal of Traumatology, 96,8 persen relawan menunjukkan gejala gangguan stres pascatrauma atau PTSD dan 90,9 persen mengalami kelelahan setelah bertugas di lokasi bencana apabila tidak melakukan manajemen emosional yang memadai.
Hal itu pun menjadi dasar bahwa pembekalan ini diberikan kepada para relawan psikososial.
"Dengan hipnoterapi, relawan bisa pulih, berdaya, dan terus hadir menolong dengan hati yang utuh," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Nasional KAWANMU M Arif An mengatakan kehadiran pihaknya merupakan respons strategis atas amanat Rapat Kerja Nasional Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah 2025.
MPKS PP Muhammadiyah mendapat amanah sebagai penanggung jawab layanan psikososial dalam penanganan banjir di Pulau Sumatera dengan menyiapkan 1.000 relawan KAWANMU yang akan diterjunkan secara bertahap.
"KAWANMU menjadi manifestasi revitalisasi gerakan kesejahteraan sosial Muhammadiyah yang berfokus pada layanan berbasis komunitas, terutama dalam merespons situasi kebencanaan yang terus terjadi," ucap Arif An.
Ketua MPKS PP Muhammadiyah Mariman Darto menambahkan kapasitas relawan dalam menangani dampak psikologis bencana begitu penting.
Pasalnya, selama di lokasi terdampak relawan tidak hanya membantu secara fisik tetapi fokus pada pemulihan korban.
"Seperti memulihkan harapan, ketenangan, dan semangat para penyintas, khususnya anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas," ucap dia.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025