Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Ponokawan, Krian, Sidoarjo untuk memperkuat ketahanan pangan desa melalui penerapan sistem pertanian cerdas berbasis teknologi digital.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unesa Amirusholihin mengatakan program tersebut berangkat dari kebutuhan riil BUMDes yang telah mengembangkan urban farming hidroponik, namun masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan teknis dan pemantauan tanaman.

“BUMDes sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi pengelolaannya masih manual dan sangat bergantung pada kehadiran pengurus. Melalui URFIMAS, pemantauan kondisi tanaman dapat dilakukan secara otomatis dan real time melalui gawai,” kata Amirusholihin di Surabaya, Senin.

Bantuan tersebut diwujudkan lewat program PKM Kompetitif Nasional 2025 bertajuk Pemberdayaan Kelompok Urban Farming BUMDes Sejahtera Ponokawan Melalui Urban Farming Intelligent Monitoring & Automation System (URFIMAS).

Ia menjelaskan, program PKM ini dijalankan dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat pada lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Menurut Amirusholihin, skema tersebut mendorong perguruan tinggi untuk berperan aktif sebagai mitra strategis masyarakat desa dalam menciptakan solusi berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

URFIMAS merupakan sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengukur parts per million (PPM) larutan nutrisi hidroponik, suhu, serta kelembapan lingkungan. 

Seluruh data tersebut dapat dipantau secara daring melalui ponsel, sehingga perawatan tanaman menjadi lebih presisi dan efisien.

Program PKM ini juga melibatkan mahasiswa lintas program studi sebagai implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mulai dari instalasi perangkat, pelatihan penggunaan sistem, hingga pendampingan publikasi kegiatan.

“Desa Ponokawan kami dorong menjadi contoh desa berdaya saing melalui pengembangan urban farming berbasis teknologi tepat guna,” ujar Amirusholihin.

Anggota Tim PKM Unesa Achmad Fitro menambahkan, sistem otomatisasi berperan penting dalam menekan risiko gagal panen. Melalui fitur notifikasi, pengurus BUMDes dapat segera mengetahui apabila kondisi nutrisi maupun lingkungan tanaman berada di luar standar.

Selain pemasangan sistem URFIMAS, tim PKM Unesa juga memberikan pelatihan budidaya hidroponik serta penguatan manajemen sumber daya manusia bagi pengurus BUMDes. 

Anggota tim lainnya, M. Zul Mazwan, menilai penguatan kapasitas organisasi menjadi kunci agar program dapat berjalan berkelanjutan.

Dengan dukungan teknologi URFIMAS dan pendampingan dari Unesa, hasil panen ditargetkan meningkat hingga 80 persen sekaligus memperkuat peran desa sebagai penggerak ekonomi berbasis pertanian modern.
 

Pewarta: Faizal Falakki

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025