Surabaya - Prestasi di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya dari evaluasi selama tahun anggaran 2012 dinilai anjlok atau menurun.
Kepala Bagian Bina Program Pemkot Surabaya Ery Cahyadi, Jumat, mengatakan berdasarkan penilaian kinerja dari masing-masing satuan perangkat daerah (SKPD) di Pemkot Surabaya selama 2012 diketahui bahwa SKPD yang paling berprestasi khususnya dalam pengerjaan proyek adalah Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).
"Sedangkan yang paling menurun adalah Dinas Cipta Karya," kata Ery saat diminta anggota Komisi C melaporkan kinerja tiap-tiap SKPD selama 2012 di ruang Komisi C.
Namun, Ery menjelaskan bahwa kedua SKPD tersebut tidak bisa dibandingkan karena tingkat kesulitan dalam pengerjaan proyek berbeda.
"Kalau proyek fisik antara DKP dan Cipta Karya jauh berbeda. Ini dikarenakan di DKP proyek yang dikerjakan hanya PJU (Penerangan Jalan Umum), sedankan Cipta Karya banyak yang dikerjakan tentunya kontruksi dan tingkat kesulitan juga beda," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Sachiroel Alim, mengatakan pihaknya meminta bahwa perbandingan tersebut tidak dilihat dari tingkat kesulitannya saja.
"Siapapun yang berprestasi harus diberi penghargaan. Apalagi ke depan ada sekitar 1.898 titik proyek yang harus dikerjakan," katanya.
Dalam "e-controlling" Laporan Penyerapan dan Realisasi Sampai dengan Bulan Desember 2012 bahwa SKPD yang paling rendah serapan anggarannya adalah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang dari anggaran sebesar Rp322.527.525.275 namun yang teralisasi hanya Rp26.413.580.335 atau 8.19 persen.
Sedangkan yang paling tinggi adalah Badan Arsip dan Perpustakaan dari anggaran keuangan Rp13.679.965.778 dan terealisasi Rp11.735.642.783 atau 85.79 persen.
Dinas Kebersihan dan Pertamanan dari anggaran keuangan sebesar Rp267.712.959.529 dan teralisasi Rp129.507.413.842 atau 48.38 persen. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012