SEAMEO : "stunting" masalah lintas generasi

id Seameo refcon, paud, stunting

Manajer riset dan  konsultasi organisasi bidang pangan dan gizi kerja sama menteri-menteri pendidikan se-Asia Tenggara atau Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Centre for Food and Nutrition (RECFON) Grace Wangge saat memberikan penjelasan di Jakarta, Jumat (24/5/2019) (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Manajer riset dan konsultasi organisasi bidang pangan dan gizi kerja sama menteri-menteri pendidikan se-Asia Tenggara atau Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Centre for Food and Nutrition (RECFON) Grace Wangge mengatakan dalam jangka panjang "stunting" tidak hanya mengakibatkan masalah pada masa depan anak tersebut tetapi juga masalah lintas generasi.

"Stunting akan menjadi masalah lintas generasi, yang mana ibu yang pendek, cenderung akan mempunyai juga anak yang "stunting," ujar Grace dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Grace menambahkan pada usia anak yang mengalami"stunting" akan mempunyai daya saing yang lebih rendah dibandingkan sumber daya manusia (SDM) negara lain yang memiliki balita sehat karena rendahnya fungsi kognitif.

Untuk mengatasi masalah "stunting", pendidikan gizi kepada publik menjadi sangat penting untuk dilakukan.

"Hal yang mesti dipahami cegah stunting sejak dini, untuk itu diperlukan sistem dukungan termasuk lewat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah," kata dia.

SEAMEO RECFON, kata dia, terus mengembangkan berbagai program pendidikan gizi yang turut berkontribusi pada pengentasan "stunting".

Salah satu program unggulan SEAMEO RECFON adalah “Anakku Sehat dan Cerdas”. Program ini menterjemahkan konsep PAUD Holistik Integratif (PAUD-HI) yang telah dicanangkan oleh Kemendikbud.

Mitra SEAMEO RECFON untuk program unggulan ini antara lain adalah SEAMEO center lainnya yaitu SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (CECCEP) di Bandung untuk bidang pendidikan anak usia dini dan pengasuhan serta SEAMEO Regional Centre for Tropical Medicine (TROPMED) di Bangkok untuk bidang kesehatan masyarakat.

Selain itu, didukung oleh organisasi profesi seperti Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), SEAMEO RECFON telah melakukan pemetaan kompetensi gizi para guru PAUD seluruh Indonesia.

SEAMEO RECFON juga melakukan pelatihan untuk guru PAUD mengenai penyampaian materi pendidikan gizi untuk orang tua, baik melalui media dalam jaringan dan luar jaringan.

Semua program menjadi bagian dari strategi penting untuk meningkatkan peran keluarga serta PAUD dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak Indonesia.***3***

Pewarta : Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar