Warga serbu lokasi pasar murah Ramadhan di Palu

id pasar murah, palu

Warga berbelanja berbagai kebutuhan di pasar murah yang digelar di Lapangan Vatulemo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/5/2019). (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aww)

Palu (ANTARA) - Warga dari berbagai penjuru di dalam maupun sekitar Kota Palu, Sulawesi Tengah, selama dua hari terakhir ini menyerbu lokasi pasar murah Ramadhan yang diselenggarakan pemerintah provinsi dan kota dalam rangka membantu masyarakat menghadapi Lebaran.

Pantauan Antara, Kamis, kegiatan yang dipusatkan di lapangan Watulemo Balai Kota Palu itu, mendapat perhatian besar masyarakat yang memanfaatkan untuk berbelanja berbagai kebutuhan sehari-hari dan hari raya.

Selama dua hari pelaksanaan pasar murah, banyak warga yang datang membeli berbagai bahan/barang kebutuhan pokok dan lainnya yang dijual para distributor dan IKM serta UKM.

Peserta pasar murah juga melibatkan sejumlah dinas dan BUMN yang ada seperti Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, Perum Bulog dan PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia).

Bahkan, para distributor menjual barang/bahan dagangan dengan harga khusus. Artinya, harga yang berlaku di pasar murah jauh lebih murah dari harga di pasaran umum.

"Semua komoditas yang kami jual di pasar murah merupakan harga standar penjualan distributor," kata Jemmy Hosan, salah seorang distributor yang menjual beberapa komoditas pangan seperti gula pasir, tepung terigu dan minyak goreng.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Arief Latjuba mengatakan kegiatan dimaksud dalam rangka meringankan beban masyarakat menghadapi Ramadhan dan Lebaran.

Pemerintah juga terus mendorong melalui kegiatan-kegiatan seperti itu bisa mempercepat pemulihan ekonomi setelah terpuruk dilanda bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi pada 28 September 2018.

Perekonomian di tiga daerah seperti Kota Palu, Donggala dan Kabupaten Sigi kini mulai kembali pulih, meski belum seperti sebelum adanya bencana alam tersebut.

"Tapi pemulihan ekonomi di tiga wilayah bekas dilanda bencana alam itu, kini semakin lebih baik," ujarnya.
 

Pewarta : Anas Masa
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar