Warga Sulteng diimbau mudik Lebaran lebih awal

id mudik, lebaran,sulteng

Pengendara sepeda motor melintasi jalur Trans Sulawesi poros Palu-Toboli di Kawasan Pegunungan Kebun Kopi, Sulawesi Tengah, Selasa (14/5/2019).. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah. (ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAH)

Palu (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau warga yang akan pulang kampung untuk Lebaran sebaiknya melakukan mudik lebih awal ketimbang menjelang Idul Fitri agar tidak mengalami kesulitan mendapatkan tiket.

"Kalau mau mudik usahakan jauh hari sebelum Lebaran, sebab biasanya jika mudik sudah dekat hari raya, tiket keburu habis terjual," Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan, dan Perkeretaapian Disbub Sulteng, Sumarno, di Palu, Kamis.

Ia mengatakan berangkat lebih awal selain mudah mendapatkan tiket, juga menghindari kepadatan arus lalulintas kendaraan di jalan dan perjalanan mudik bisa terganggu .

Tetapi, jika mudik lebih awal,dapat dipastikan jalur yang akan dilewati masih belum padat dan perjalanan lancar sehingga tiba di kota tujuan juga lebih awal.

Diperkirakan jalur padat kendaraan yang akan dilewati bus-bus angkutan mudik Lebaran dan perlu mendapatkan perhatian, khususnya bagi para pengemudi kendaraan, termasuk roda dua antara lain ruas jalan nasional Taweli-Toboli.

Jalur tersebut, kata dia, merupakan jalan trans penghubung dari beberapa kota di dalam maupun luar wilayah Sulteng dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Saban hari,jalur yang terbilang cukup ramai dilewati berbagai jenis kendaraan baik angkutan penumpang dan barang juga rawan kecelakaan dan bencana alam tanah longsor.

Saat curah hujan tinggi, sering badan jalan tertimbun longsor dan licin sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas pada jalur itu.

Jalur Taweli-Toboli yang juga dikenal "jalur Kebun Kopi" merupakan jalan yang paling banyak tikungan tajam. Sepanjang jalur tersebut ada sekitar 300 tikungan tajam dan rawan kecelakaan.

Selain itu, di sisi kiri dan kanan jalan adalah tebing dan jurang yang dalamnya mencapai 100 meter sehingga perlu diwaspadai oleh pengendara, termasuk bis-bis yang akan mengangkut para pemudik Lebaran.

Selama ini, jalur "Kebun Kopi" tidak hanya dilewati kendaraan dari Palu menuju berbagai kota di dalam wilayah Sulteng, tetapi juga kendaraan yang akan menuju berbagai kota di luar Sulteng seperti ke Makassar, Toraja, Gorontalo dan Manado.

Dia juga mengatakan saat ini masih sedang ada pekerjaan perbaikan dan pelebaran jalan di beberapa titik pada jalur "Kebun Kopi" sehingga untuk kelancaran pekerjaan terpaksa dilakukan buka-tutup jalan.

"Tetapi saat memasuki masa arus mudik dan balik Lebaran, program buka-tutup jalan di kawasan tersebut akan dihentikan sementara sampai batas waktu ditetapkan," demikian Sumarno.

Baca juga: Dishub Sulteng tingkatkan kualitas layanan angkutan mudik Lebaran

Baca juga: Pemprov Sulteng kembali laksanakan program mudik Lebaran gratis


 

Pewarta : Anas Masa
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar