Orasi politik hingga Pidato Bung Tomo warnai Peringatan Hari Buruh

id Hari Buruh,Buruh,Prabowo,Bung Tomo

​​​​​​​Sejumlah buruh sedang menyaksikan orasi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melalui layar monitor di luar gedung Tenis Indoor Senayan Jakarta, Rabu (1/5). Prabowo menghadiri peringatan Hari Buruh Sedunia yang digelar oleh KSPI. (Foto: ANTARA News/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Peringatan Hari Buruh Sedunia yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja (KSPI), di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu, berlangsung ramai dan lancar.

Kegiatan ini diisi oleh orasi politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto serta pemutaran video pidato Bung Tomo.

Pemutaran video fenomenal pidato Bung Tomo berlangsung di sela orasi politik Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Pidato Bung Tomo yang menyerukan perjuangan untuk kemerdekaan pada hari tanggal 10 November itu, disaksikan ribuan buruh yang memadati Stadion Tenis Indoor Senayan.

Penayangan ini juga bisa disaksikan para buruh dari luar ruangan melalui monitor besar yang telah disediakan oleh pihak panitia.

Namun monitor yang berada di luar tidak dilengkapi dengan pengeras suara, sehingga tidak ada suara yang terdengar.

Peringatan Hari Buruh tahun ini mengangkat tema besar, yakni Kesejahteraan Buruh dan Demokrasi yang Adil dan Damai.

Buruh pun terlihat tertib menghadiri peringatan Hari Buruh Sedunia di Tenis Indoor Senayan. Sejumlah buruh perempuan terlihat santai duduk di depan layar besar dengan memakai payung untuk menghindari panas yang menyengat halaman luar Tenis Indoor.

Peringatan Hari Buruh oleh KSPI ditandai juga dengan tasyakuran Sepultura atau Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat, yakni kesepakatan politik buruh yang mendukung Prabowo sebagai Calon Presiden.

Selain orasi politik dan pemutaran video pidato Bung Tomo, juga diselingi hiburan musik yang menyanyikan lagu-lagu nasional, seperti Indonesia Tanah Airku, Padamu Negeri dan lainnya.

Terdapat enam isu turunan Hari Buruh 2019 yang diserukan dalam aksi kali ini, yakni :
1. Tolak upah murah, cabut PP 78, naikkan KHL menjadi 84 item.
2. Stop perbudakan berkedok outsourching, pemagangan dan honorer.
3. Tingkatkan kualitas manfaat dan layanan BPJS Kesehatan dan jaminan pensiun.
4. Turunkan tarif dasar listrik dan sembako,
5. Tingkatkan kesejahteraan guru, tenaga honorer, dan pengemudi ojek online
6. Tegakkan demokrasi yang jujur dan damai. KSPI menyerukan seluruh buruh untuk mengawal form C1.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo bertemu para presiden buruh dan ketua serikat pekerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 26 April 2019.

Dalam pertemuan itu terjadi kesepakatan, di antaranya melaksanakan Hari Buruh dengan kegiatan yang damai dan Pemerintah bersama buruh akan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Pewarta : Sri Muryono dan Laily Rahmawaty
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar