Untuk tambahan kuota haji, Sumsel masih tunggu keputusan pusat

id haji,Sumsel,tambahan kuota

Jemaah Calon Haji (JCH) melakukan perekaman biometrik di Aula Asrama Haji Palembang,Sumsel, Rabu (18/7). Pada musim haji tahun ini diadakan perekaman biometrik langsung di embarkasi untuk memudahkan dan menghemat waktu JCH Embarkasi palembang. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/Ang/18)

Palembang (ANTARA) - Kementerian Agama Sumatera Selatan masih menunggu keputusan pusat terkait adanya tambahan kuota haji dari Indonesia sebanyak 10 ribu dari pemerintah Arab Saudi.

Kasubag Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama Sumsel Saefudin Latief di Palembang, Selasa mengatakan, memang Indonesia ada tambahan jumlah jamaah haji sebanyak 10 ribu orang.

"Jadi tambahan tersebut untuk jatah Sumsel masih menunggu keputusan Kementerian Agama di pusat," katanya.

Mengenai apakah tambahan itu berdasarkan pembagian seperti selama ini atau dikhususkan untuk calon jamaah yang sudah tua pihaknya masih menunggu pembahasan dari pusat mengenai pembagian tambahan jumlah pemberangkatan jamaah calon haji tersebut.

Hal ini karena dengan adanya tambahan kuota haji tersebut maka akan berpengaruh terhadap anggaran yang dibutuhkan.

Ia mengatakan kalau dihitung ada tambahan 10 ribu itu bisa dijadikan 25 kelompok terbang dan setiap kloter juga membutuhkan panitia.

Begitu juga akomodasi di Arab Saudi itu juga harus diperhatikan sehingga perlu pembahasan bersama DPR.

Khusus untuk calon haji Sumsel sekarang ini sedang menyelesaikan pelunasan BPIH tahap kedua.

Selain itu juga melaksanakan rekam Biometrik karena itu merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan visa haji.

Untuk tahun ini Sumsel mendapat jatah pemberangkatan haji 6.988 orang belum ditambah petugas, demikian Saefudin Latief.

Baca juga: Di Sumsel, daftar tunggu calon haji hingga tahun 2030
 

Pewarta : Ujang Idrus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar