Enam WNI ada di Masjid Al-Noor saat penembakan Christchurch

id Menlu, Retno Marsudi,penembakan Christchurch,WNI,Selandia Baru

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan, ada enam warga negara Indonesia dilaporkan sedang berada di masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru, saat insiden penembakan terjadi pada Jumat siang waktu setempat.

"Informasi awal, terdapat enam WNI yang berada di masjid tersebut; tiga WNI berhasil melarikan diri dan sudah bisa melakukan kontak. Kita sedang mencoba mencari tiga WNI lain," kata dia, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, Kementerian Luar Negeri telah mengirimkan tim dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington untuk menuju Christchurch guna mencari tiga WNI serta memberikan perlindungan bagi ratusan orang Indonesia di kota terbesar di Selandia Baru itu.

"Begitu mendengar ada insiden penembakan, KBRI sudah mengirimkan tim protokol konsuler ke lokasi. Kita belum mendapat informasi detail, dan paling penting bahwa mesin perlindungan jalan, dan tim KBRI di Wellington sudah berada di tempat," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, terdapat 330 WNI tinggal di Christchurch, dan 130 di antaranya adalah pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi di Selandia Baru.

Bagi keluarga dan kerabat WNI yang membutuhkan informasi lebih lanjut dan bantuan konsuler dapat menghubungi hotline KBRI di Wellington pada nomor +64211950980 dan +64 22 3812 065.

Seperti dilaporkan, penembakan secara brutal terjadi di sebuah masjid di pusat kota Christchurch pada Jumat siang.

Media setempat melaporkan seorang pria bersenjata memberondong tembakan di area Masjid Al-Noor dan di dekat sebuah masjid di Linwood. Beredar pula video dari sudut pandang penembak yang melakukan "live streaming" saat menembaki jemaah di masjid tersebut. 


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar