PMDN berencana bangun industri kakao besar di Palu

id industri kakao,kakao,pmdn,palu,sulawesi tengah

Illustrasi: Petani menunjukkan biji Kakao di Desa Ulo, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Palu (ANTARA) - Satu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berencana membangun industri kakao skala besar di Palu, Sulawesi Tengah.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng), Hidayat Lamakarate, Selasa.

"Pemerintah dan masyarakat tentu menyambut baik hal itu, karena dipastikan memberikan dampak positif bagi roda perekonomian di daerah ini," katanya. 

Sulteng, kata dia, memiliki potensi perkebunan kakao yang cukup besar dan selama ini merupakan daerah penghasil komoditas kakao terbesar di Tanah Air. Data Dinas Perkebunan Sulteng menyebutkan luas areal kakao di daerah ini mencapai sekitar 291.000 hektare.

Bahkan pada era 90-an, kakao merupakan komoditas primadona ekspor nonmigas Sulteng yang memberikan kontribusi besar bagi perolehan devisa ekspor di daerah itu.

Seluruh daerah di Sulteng, kata dia memiliki areal tanaman kakao yang cukup luas, namun terbesar di Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Poso, dan Tolitoli.

Ia menyatakan sudah ada lahan di Kawasan Ekonomi Khusus Palu untuk membangun industri tersebut. Selain itu ia juga mengingatkan agar petani kakao mulai  memperbaiki mutu biji kakao agar sesuai dengan permintaan pasar dan mendapat harga yang lebih tinggi, apalagi akan ada industri kakao yang akan menampungnya di provinsi tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Sulteng, Arief Latjuba, menambahkan pihaknya sudah bertemu dengan pimpinan PT Lintas Data Prima yang akan berinvestasi, membangun industri kakao. 

"Kami sudah bertemu dengan pimpinan perusahaan itu, Pak Dodi di ruang rapat Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng pada 4 Maret 2019," katanya.

Baca juga: Menperin optimistis produk kakao kompetitif di pasar ekspor
 

Pewarta : Anas Masa
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar