Tiga pusat rehabilitasi ODHA sudah dimiliki Kemensos

id tiga pusat rehabilitasi ODHA,Kemensos

Tolak Diskriminatif ODHA Sejumlah pengunjukrasa menggelar aksi memperingati Hari Aids Dunia, saat car freeday di Jl Raya Darmo, Surabaya, Minggu (1/12). Aksi tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat agar bersikap wajar dan tidak diskriminatif pada orang penderita HIV/Aids. ANTARA FOTO/Eric Ireng

Medan, (ANTARA News) - Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan sudah memiliki tiga pusat rehabilitasi Orang Dengan HIV/AIDS(ODHA) sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya menekan penyebaran penyakit berbahaya tersebut.

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos, Sonny W Manalu di Medan, Jumat, mengatakan, sudah memiliki tiga pusat rehabilitasi ODHA yakni balai rehabilitasi di Ternate, ibu kota Provinsi Maluku Utara untuk penanganan ODHA wilayah timur.

Kemudian balai rehabilitasi di Medan, Sumatera Utara (Sumut) untuk penanganan wilayah Sumatera dan Kalimantan serta Loka rehabilitasi Kahuripan Bekasi, Jabar, dengan wilayah kerja Pulau Jawa, NTB dan Bali.

"Perlu juga diketahui bahwa Indonesia adalah negara pertama di dunia yang memiliki lembaga rehabilitasi milik pemerintah, meski angka HIV/AIDS di Indonesia bukan tertinggi di dunia," katanya di sela pengukuhan 250 Sahabat Peduli ODHA Sumut.

Ia mengatakan, upaya penanganan HIV/AIDS harus didasari dengan pengertian bahasa masalah tersebut sudah menjadi masalah yang mendesak dan perlu segera ditangani.

Upaya penanggulangan itu harus memperhatikan nilai-nilai agama dan budaya serta diarahkan untuk mempertahankan dan memperkokoh ketahan dan kesejahteraan keluarga.

Semua upaya, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat, perlu mendapat dukungan aktif dari berbagai komponen.

Melalui pengukuhan Sahabat Peduli ODHA yang dilakukan hari ini di Medan diharapkan dapat memperkenalkan dan menginformasikan berbagai pengetahuan serta memberikan wawasan dan pemahaman tentang pengetahuan dasar dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Kemudian, dapat meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS secara komprehensif bagi usia remaja, khususnya usia 15-24 tahun. Itu mengapa perlunya sosialisasi penyampaian tentang penanggulangan HIV/AIDS yang benar kemasyarakat.

Baca juga: Indonesia satu-satunya miliki lembaga pemerintah untuk rehabilitasi ODHA

Baca juga: Kemensos dirikan tiga panti ODHA

Pewarta : Juraidi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar