Permudah salurkan bantuan korban, Pemprov Sulsel pinjam helikopter

id Permudah salurkan bantuan korban,Pemprov Sulsel pinjam helikopter

Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan VI (Yonmarhanlan VI) melakukan evakuasi korban banjir di Perum Nusa Mappala 2, Desa Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten, Gowa, Sulsel. (Dok Lantamal)

Makassar,  (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta bantuan Kodam XIV Hasanuddin meminjamkan helikopter untuk mempermudah penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor, khususnya ke daerah yang sulit dijangkau.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Makassar, Kamis, mengatakan ada sejumlah daerah terdampak bencana alam yang memang sulit diakses, sehingga menjadi kendala dalam menyalurkan bantuan yang dibutuhkan.

"Oleh karena itu baru hari ini kita pinjam helikopter ke Kodam, mungkin Bupati Gowa akan menyebar logistik ke daerah yang belum tersentuh," katanya.

Beberapa daerah memang sulit dijangkau akibat tanah longsor yang menutupi permukiman penduduk secara tiba-tiba. Kendala yang dihadapi saat dilakukan pertolongan adalah akses ke lokasi yang terputus.

Salah satu cara mendistribusikan bantuan dengan menggunakan helikopter. Sementara Pemprov Sulsel tidak memiliki alat tersebut.

"Kami juga pinjam ke Pangkalan TNI-AU (Lanud) untuk kita gunakan bersama para Forkopimda, kita akan melihat daerah hulu dan daerah yang kena dampak banjir ini," ujarnya.

Mantan Bupati Bantaeng itu menjelaskan sejak hari pertama, Pemprov Sulsel telah menyiagakan dan mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan.

"Dari dua hari yang lalu kita sudah siaga, karena kita sudah memantau bahwa akan ada cuaca ektstrem di Sulsel. Oleh karena itu kami minta Balai Sungai Pompengan supaya menjaga cek dam kita, terutama kita lihat level yang normal apakah sudah melewati batas normal, karena ada syarat tindakan," kata Nurdin Abdullah.

Dia juga telah meminta Basarnas turun ke lapangan mengantisipasi hal yang kita tidak inginkan, termasuk upaya mengevakuasi warga.

Gubernur Sulsel juga melakukan koordinasi dengan daerah terdampak termasuk Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto yang mengelami dampak terbesar.

"Saya apresiasi bupati ini responnya luar biasa, Bupati Gowa minta supaya pintu cek dam ini dibuka, kalau tidak bisa lebih fatal lagi, dan Alhamdulillah dilakukan," katanya.

Baca juga: Bantuan untuk korban banjir Gowa Sulsel mulai berdatangan

Baca juga: 26 orang meninggal dunia akibat banjir, sebut BPBD Sulsel

Baca juga: Kemensos kirimkan bantuan logistik untuk pengungsi banjir Sulsel

Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar