Kasus Bupati Indramayu bukti ketidakmatangan aktor politik lokal

id Bupati Indramayu mengundurkan diri,Anna Sophana,Djohermansyah Djohan,Mendagri Tjahjo Kumolo

Pakar otonomi daerah Djohermansyah Djohan di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (15/11/2018). (Fransiska Ninditya)

Jakarta (ANTARA News) - Pengunduran diri Bupati Indramayu Anna Sophana karena alasan pribadi merupakan bukti bahwa aktor politik lokal belum matang menjadi pemimpin daerah, kata pakar otonomi daerah Djohermansyah Djohan di Jakarta, Kamis.

"Ini bentuk ketidakmatangan aktor politik lokal. Dia (Anna) sudah 'running' kok tinggal glanggang (mudah meninggalkan tanggung jawab, red.). Apa pun masalahnya, ya dia harus selesaikan masa jabatannya," kata Djohermansyah Djohan usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Kamis.

Mantan direktur jenderal otonomi daerah Kemendagri itu menegaskan Anna Sophana telah mengucap sumpah dan janji pada saat pelantikan kepala daerah, yang maknanya antara lain ialah mendahulukan kepentingan bangsa, daerah dan rakyatnya di atas kepentingan pribadinya.

Rakyat Indramayu, lanjut Djohermansyah, telah memberikan hak pilihnya sebagai konstituen pada Pilkada serentak 2015, hingga akhirnya pasangan Anna Sophana-Supendi kembali terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu.

Oleh karena itu, Djohermansyah mendesak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk menolak pengunduran diri Anna Sophana karena telah menimbulkan kerugian, baik secara moral maupun material.

"Bayangkan, dia (Anna) mengkhianati itu semua. Negara punya hak menolak pengunduran dirinya. Dia kan mengingkari sumpah jabatan, tolong dibaca lagi sumpah jabatan. Utamakan kepentingan bangsa dan negara, daerah, daripada kepentingan pribadi dan golongan," tegas Djohermansyah.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu (14/11), mengatakan pihaknya akan menerima pengunduran diri Anna Sophana, setelah surat pemberhentian dari DPRD Indramayu tiba di Kemendagri. Tjahjo mengatakan pemberian ijin bagi Anna untuk mengundurkan diri tersebut dilakukan di atas dasar kemanusiaan.

"Kami memahami, beliau begitu terpukul menyangkut ibunya, menyangkut ayahnya, suaminya juga sakit. Ya ini kan manusiawi ya, setiap orang, setiap warga negara, termasuk pejabat publik yang dipilih oleh rakyat kan juga punya hak," ujar Tjahjo usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa TA 2018 di Hotel Sultan Jakarta, Rabu.

Anna Sophana, yang merupakan istri mantan bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin alias Yance, mengaku alasannya mundur dari jabatan Bupati Indramayu karena ingin mengurus suami dan ayahnya yang keduanta sedang sakit. Anna juga menyesalkan kesibukannya sebagai kepala daerah membuat dia tidak dapat mendampingi saat ibunya meninggal dunia, karena dia sedang berdinas ke luar kota.

Alasan-alasan personal tersebut menjadi dasar Anna tidak mau menyelesaikan kewajibannya sebagai Bupati Indramayu di periode keduanya setelah memenangi pilkada serentak 2015.


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar