Ratusan warga berebut minyak tumpah di TBBM Wayame

id tumpahan minyak,tbbm wayame maluku,pertamina

Petugas PT Pertamina menghisap tumpahan minyak di area 'oil boom' menggunakan 'oil spiller' dalam 'exercise International Ships and Port Facility Security (ISPS) Code, Fire Fighting (FF) & Oil Spill Recovery (OSR) Tier-1' di Terminal Khusus Migas Pertamina Marine Region VI Refinery Unit V Balikpapan, Kamis (13/10). (ANTARA/Ponte)

  Ambon (ANTARA News) - Ratusan warga Ambon berebut mengambil minyak tanah yang tumpah dari penampungan minyak di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku, Rabu.

  Ratusan warga yang datang dari berbagai kawasan di kota Ambon membawa jerigen, botol, ember hingga drum untuk menimba minyak tanah  yang tumpah dan mengalir di kali Kayu Hehe desa Wayame kecamatan Teluk Ambon

  "Saya datang bersama anak saya untuk mengambil minyak tanah yang tumpah, lumayan buat kebutuhan memasak di rumah, " kata Rahmat warga Wayame.

 Ia memperkirakan, minyak tumpah dari TBBM Wayame terjadi sejak Rabu, pukul 10.00 WIT. Warga yang mengetahui ada minyak  tumpah langung turun ke kali dengan membawa wadah untuk mengambil minyak.

  "Awal diketahui ada tumpahan minyak, kami langsung mengambil minyak karena bau minyak tanah sangat menyengat. Awalnya mudah karena masih belum tercampur air," ujarnya.

  Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab tumpahan minyak tanah di TBBM Wayame. Petugas Pertamina juga tidak memberikan komentar.

  Pantauan di lapangan, aparat kepolisian telah memasang garis polisi dan melakukan penjagaan di lokasi.

 Petugas Pertamina TBBM Wayame juga telah memasang oil boom, peralatan yang digunakan untuk melokalisasi  tumpahan minyak di air, agar  tidak menyebar ke laut kawasan Teluk Ambon,

 Baca juga: 73,5 hektare tambak di Penajam tercemar tumpahan minyak
Baca juga: Tumpahan minyak picu kebakaran di sumur minyak Aceh Timur
Baca juga: Pertamina angkat potongan pipa minyak yang patah di perairan Balikpapan

 

Pewarta : Penina Fiolana Mayaut
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar