Warga kawasan Besakih Gunung Agung mulai mengungsi pascaerupsi

Warga kawasan Besakih Gunung Agung mulai mengungsi pascaerupsi

Sejumlah warga berada di pengungsian menyusul peningkatan aktifitas Gunung Agung di Desa Duda Timur, Karangasem, Bali, Selasa (3/7/2018). Sedikitnya 800 warga yang bermukim di lereng Gunung Agung terpaksa mengungsi ke desa penyangga karena terjadinya ledakan disertai lontaran batu pijar saat terjadinya erupsi pada Senin (2/7/2018). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Karangasem, Bali (ANTARA News) - Ratusan warga asal Banjar Temukus dan Kesimpar, Desa Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali, yang berada di kawasan seputar Gunung Agung, mulai berdatangan di Kantor UPTD Rendang, Karangasem, untuk mengungsi.

"Kami mengungsi karena letusan Senin (2/7) malam itu terdengar keras dan langsung terlihat api yang besar," ujar Nyoman Suara, warga asal Kesimpar yang mengungsi di kawasan tersebut, Selasa malam.

Ketika terjadi letusan tersebut, katanya, ia bersama keluarga sudah tidur. Namun, mereka terbangun setelah mendengar suara dentuman dari kawah Gunung Agung tersebut.

"Suaranya kencang seperti bom. Kami langsung lari turun gunung menyelamatkan diri. Barang-barang semua kami tinggal di rumah," katanya.

Komang Putri, warga pengungsi lainnya mengatakan ia bersama keluarga memilih mengungsi di Kantor UPTD Rendang, karena takut akan terjadi letusan lagi.

"Kami takut, makanya memilih mengungsi saja. Waktu erupsi tahun lalu kami juga mengungsi disini," ujarnya.

Sebelum menempati lokasi pengungsian di Kantor UPTD tersebut, para pengungsi tampak membersihkan halaman UPTD dan mulai memberi batas-batas tempat yang akan digunakan beristirahat.

"Saya dulu enam bulan mengungsi di sini, jadi yang saya bersihkan ini ya tempat saya dulu," kata Nyoman Suara.

Sementara itu, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Pemkab Karangasem, Ngurah Ketut Arnawa menjelaskan, pihaknya siap menyediakan logistik bagi para pengungsi sementara tersebut.

"Stok logistik ada yang kami ambil dari Pos Tanah Ampo yang merupakan sisa logistik erupsi sebelumnya," katanya.

Untuk mengantisipasi pengungsi yang dapat terus bertambah, ia mengaku siap menambah personel dari berbagai pihak untuk melayani kebutuhan para pengungsi.

Sementara itu, hingga Selasa (3/8) pukul 18.00 WITA tercatat 2.731 orang mengungsi di 28 titik pengungsian di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Gianyar.
Sejumlah warga mengasuh anaknya di pengungsian menyusul peningkatan aktifitas Gunung Agung di Desa Duda Timur, Karangasem, Bali, Selasa (3/7/2018). Sedikitnya 800 warga yang bermukim di lereng Gunung Agung terpaksa mengungsi ke desa penyangga karena terjadinya ledakan disertai lontaran batu pijar saat terjadinya erupsi pada Senin (2/7/2018). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018