Mentan target 14.029 RTM jadi penerima manfaat program "Bekerja"

id bedah kemiskinan rakyat sejahtera,program bekerja kementan,mentan amran sulaiman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri), memberikan bantuan bibit ayam kampung kepada perwakilan warga, saat meluncurkan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) berbasis pertanian, di Desa Sangkanayu, Mrebet, Purbalingga, Jateng, Selasa (8/5/2018). Mentan menyerahkan bantuan kepada masyarakat berupa anak ayam kampung untuk 105 keluarga masing-masing sebanyak 50 ekor, bantuan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk 33 keluarga, bantuan berupa 20 ekor kambing untuk 20 keluarga, dalam rangka percepatan pengentasan kemiskinan. (ANTARA /Idhad Zakaria)

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA News) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menargetkan 14.029 rumah tangga miskin (RTM) di Lumajang, Jawa Timur, menjadi penerima manfaat program "Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera" atau "Bekerja".

"Kami berharap melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dengan program 'Bekerja' Kementan diharapkan akan ada kebangkitan ekonomi di level masyarakat prasejahtera yang berkelanjutan," katanya di Lumajang, Kamis.

Berdasarkan data dari Kemensos dan BKKBN tercatat sebanyak 132.696 rumah tangga di Kabupaten Lumajang masuk kategori prasejahtera atau miskin, sedangkan RTM yang bergerak di bidang pertanian sebanyak 63.510 keluarga miskin yakni 48 persen dari total rumah tangga prasejahtera yang tersebar 36 desa di tiga kecamatan.

Kemiskinan juga menjadi salah satu masalah sosial di Kabupaten Lumajang yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang belum terlepas dari masalah kemiskinan, sebagai dampak dari banyaknya angka pengangguran dan minimnya pendapatan.

Baca juga: Mentan: Program "Bekerja" bangkitkan ekonomi masyarakat

Baca juga: Bertemu Mentan, petani tebu keluhkan penetapan harga gula oleh Kemendag

Baca juga: Kementan dorong petani maksimalkan teknologi pertanian


Program "Bekerja" merupakan upaya Kementan untuk mengurangi kemiskinan di tanah air berbasis pertanian dengan tiga tahapan, jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada tahun 2018, Kementan menargetkan program "Bekerja" dapat dilaksanakan di 10 provinsi, 776 desa dan 200.000 RTM.

Selain bantuan komoditas peternakan (ayam dan kambing), Kementan juga memberikan bantuan berupa bibit komoditas hortikultura (bibit pohon mangga dan paket aneka sayuran).

"Ayam sangat memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena pemberian bantuan bibit ayam kepada keluarga miskin sebanyak 600.000 ekor sesuai perintah Presiden Joko Widodo," tuturnya.

Ia berharap masyarakat dapat merawat ayam-ayam tersebut dengan baik, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal dan dengan waktu empat bulan usai pemberian bantuan itu diharapkan sudah ada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Lumajang.

"Membunuh kemiskinan atau mematikan kemiskinan dengan cara bekerja, bekerja, dan bekerja, sehingga angka kemiskinan di Lumajang dapat berkurang," katanya.

Pada saat peluncuran program "Bekerja" di Lumajang, Menteri Pertanian menyerahkan langsung bantuan kepada masyarakat yang meliputi 500 benih pohon manga Arumanis, kemudian 1.900 batang dalam polybag aneka sayuran, 1.000 ekor ayam yang diberikan kepada 20 RTM dan 10 ekor kambing yang diberikan kepada 10 RTM, selanjutnya 20 kandang ayam dilengkapi dengan bantuan pakan selama 6 bulan.

Sementara Plt Bupati Lumajang dr Buntaran Supriyanto menyatakan kesiapan Pemkab Lumajang untuk mengawal seluruh program dan mendukung seluruh program Kementerian Pertanian.

"Kabupaten Lumajang sudah memiliki berbagai macam produk unggulan pertanian, perkebunan, dan peternakan yang dapat mendorong nawa cita Presiden Joko Widodo," ujarnya.

Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar