42 korban sumur minyak dirawat tiga RS

id sumur minyak meledak,sumur minyak aceh,korban sumur minyak aceh

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran sumur pengeboran minyak illegal di Dusun Kamar Dingin Desa Pasir Putih, Ranto Panjang Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu (25/4/2018). Terbakarnya sumur minyak Ilegal itu mengakibatkan sebanyak puluhan orang terluka dan sekitar 10 orang meninggal dunia. (ANTARA/Rahmad)

Banda Aceh (ANTARA News) - Sebanyak 42 orang korban akibat ledakan dan terbakarnya sumur minyak di Gampong Pasi Putih, Ranto Peureulak di Kabupaten Aceh Timur mendapat perawatan di tiga rumah sakit/rs setempat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, T Ahmad Dadek, di Banda Aceh, Rabu, memastikan ke-42 orang tersebut mengalami luka bakar yang cukup serius.

"Penanganan pertama dilakukan oleh tiga rumah sakit, yakni (Rumah Sakit) Graha Bunda dan Zubir Mahmud di Idi Rayeuk, dan Sultan Abdul Aziz di Peureulak," sebutnya.

Namun, ia melanjutkan, jika si pasien butuh tidakan medis lanjutan, maka akan di rujuk ke rumah sakit tingkat provinsi yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin di Banda Aceh.

"Zainal Abidin saat ini menangani tiga, dari lima orang yang di rujuk. Tetapi dua orang korban, dinyatakan meninggal dunia," jelas Ahmad.

Hingga kini, ia merinci, ke-42 korban ledakan, 19 orang diantaranya dirawat di Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz. Mereka yakni Akbar (18), warga Gampong Bhom Lama, M Ridwan (21) Pasi Putih, Zainuddin (38) Leuge, dan Muksal Mina (24) Alue Rambong, dan Mahyuddin (18) Pasi Putih.

Lalu M Yusuf (40) Pasi Putih, Hafifuddin (36) Bhom Lama, Saiful (28) Awe Udep, M Husin (35) Lubuk Pempeng, Sari Yulis (25) Tempen, Muhammad Yani Pasi Putih, Radiati (25) Pasi Putih, dan M faisal (18) Bhom Lama.

Terakhir Heri Herliza (19) Tanjung Tani, Umar Hamzah (45) Beusa Beuranoe, M Faisal Rizal (30) Peudawa, Muhammad Razi Alue Dua, Muklis (46) Alue Dua, dan Zainal Abidin (35), warga Gampong Pasi Putih.

Ada 18 orang mendapat perawatan oleh Rumah Sakit Zubir Mahmud di Idi Rayeuk, yakni Effendi Hamid (50), warga Ranto Peureulak, Irnawan (34) Ranto Peureulak, Agussalim (26) Ranto Peureulak Ishak (48) Ranto Peureulak, dan Burhanuddin (38) penduduk Ranto Peureulak.

Lalu Suheri (31) Ranto Peureulak, Sapriyadi (25) Peureulak Barat, Haikal Fikri (15) Peureulak Barat, Jumadi Amin (40) Peureulak Barat, Junaidi (31) Peureulak Barat, dan Saudah (50) Ranto Peureulak..

Kemudian Halimah (70) Ranto Peureulak, Murniyati (37) Ranto Peureulak, Fatahillah (12) Ranto Peureulak, Rifki Mauliansyah (23) Ranto Peureulak, Muklis Rusli (42) Peureulak Barat, dan Agus Faizir (35) Ranto Peureulak.

"Cuma lima korban yang dirawat Graha Bunda di Idi Rayeuk, yakni Julianta Putra (27) warga Tanah Anoe di Idi Rayeuk, M Nur (42th), warga Peureulak Barat, Yusri (36) Pantee Bidari, Puta Maulana (28) Ranto Peureulak, dan Junaidi (33) Peureulak Barat," tegas Ahmad.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memastikan, pengobatan korban ledakan sumur minyak di Gampong Pasi Putih dibantu oleh Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dan BPJS Kesehatan.

"Pemerintah Aceh menjamin pengobatan para korban dibantu JKA dan BPJS Kesehatan," kata Irwandi.

Pewarta : Muhammad Said
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar