Hari kedua UNBK SMP di Papua masih diliputi gangguan jaringan

id unbk smp,unbk

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyalami siswa SMP St. Bernardus ketika meninjau pelaksanaan ujian nasional di SMP St. Bernardus Timika, Mimika, Papua, Senin (23/4/2018). Mendikbud melihat langsung pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) maupun ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNKP) hari pertama di sejumlah sekolah di Timika. (ANTARA /Jeremias Rahadat)

Jayapura (ANTARA News) - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di 12 sekolah di Papua hari kedua, Selasa, tidak bisa berlangsung secara online akibat gangguan jaringan Telkom.

Sekretaris Panitia Ujian Nasional Dinas Pendidikan dan Pengajaran Papua, Bedjo kepada Antara, Selasa mengatakan, 12 SMP sederajat dilaporkan tidak dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) akibat gangguan jaringan Telkom sehingga mereka melaksanakannya secara offline.

Ke-12 sekolah itu di Kota Jayapura tercatat MTS Integral Hidayatullah, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 14, SMPN Skouw, MTS Persiapan Koya dan MTS Al Mutaqin, di Kabupaten Jayapura SMPN 2 Kaure serta SMPN 1 Kemtuk Gresi dan MTSN Jayapura.

Kemudian di Kabupaten Sarmi, yaitu SMPN Pantai Timur dan Kabupate Supiori yakni SMPN Kpudori.

Baca juga: Pelaksanaan UNBK SMP/MTs terkendala listrik padam

Baca juga: Mendikbud sesalkan peredaran soal UNBK di media sosial

Baca juga: UNBK terganggu server, pemerintah mesti migrasi ke server nirkabel


UNBK tingkat SMP sederajat dilaksanakan di 175 sekolah yang tersebar di 12 kabupaten dan kota dengan jumlah peserta 16.319 pelajar.

UNBK tingkat SMP berlangsung dari 23-26 April dengan menguji empat mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPS.

Ke-12 kabupaten dan kota yang melaksanakan UNBK, yaitu Kota dan Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Merauke, Jayawijaya, Nabire, Mimika, Keerom, Sarmi, Supiori dan Kabupaten Waropen.

Pewarta : Evarukdijati
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar