Indonesia resmi ketuai MIKTA untuk periode 2018

id MIKTA,indonesia ketua MIKTA

Arsip - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (dua dari kiri) menghadiri pertemuan tingkat menlu negara-negara anggota MIKTA di Consulat Jenderal Turki di New York, Jumat (22/9/2017). Dalam pertemuan tersebut, Menlu RI bertemu dengan Menlu Meksiko Luis Videgaray Caso (paling kiri), Menlu Turki Mevlut Cavusoglu (tengah), Menlu Korea Selatan Kang Kyung-wha (dua dari kiri) dan Menlu Australia Julie Bishop (paling kanan) guna membahas perkembangan situasi di kawasan dan dunia. (ANTARA FOTO/Aditya E.S. Wicaks)

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia resmi menerima jabatan ketua kelompok negara Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia (MIKTA) dari Turki untuk periode 2018, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Proses penyerahan keketuaan MIKTA itu dilakukan oleh Turki kepada Indonesia dalam Pertemuan Tingkat Menteri MIKTA ke-11 yang berlangsung di Istanbul pada 13 Desember 2017.

Prosesi serah terima kepemimpinan MIKTA itu juga disaksikan oleh ketiga negara anggota MIKTA lainnya. Sebelum prosesi tersebut, Turki terlebih dahulu menyampaikan evaluasi keketuaannya di MIKTA pada 2017.

MIKTA mempunyai tujuh area utama kerja sama, yaitu kerja sama melawan terorisme, komersial dan ekonomi, energi, pembangunan berkelanjutan, kesetaraan jender, operasi pemeliharaan perdamaian, tata kelola pemerintahan dan demokrasi yang baik.

Dari tujuh area utama MIKTA, prioritas Turki di periode keketuaan sebelumnya adalah perang melawan terorisme, kerja sama ekonomi, dan penanganan krisis pengungsi.

Pada periode kepemimpinannya, Turki telah berhasil menginisiasi penyelenggaraan Konsultasi Perencanaan Kebijakan MIKTA sebagai andalan programnya.

Sementara itu, periode keketuaan Indonesia di MIKTA pada 2018 nanti akan berfokus pada isu perdamaian dan keamanan serta isu ekonomi kreatif.

Fokus tersebut sejalan dengan upaya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 dan juga upaya Indonesia untuk memajukan industri kreatif.

Indonesia saat ini tengah mencalonkan diri untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 yang pemilihannya akan dilangsungkan pada Juni 2018.

Sementara itu, isu ekonomi kreatif juga merupakan isu yang tak kalah penting untuk diangkat mengingat sektor ini telah mempekerjakan kurang lebih 16 juta orang di Indonesia dan telah memberikan kontribusi sebesar 7,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

MIKTA adalah kerja sama yang dibentuk pada 2013 antara Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia dalam berbagai isu strategis global dan kawasan.

MIKTA merupakan kemitraan informal yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri.

Kemitraan tersebut dibentuk pada 2013 di sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City dan bertujuan untuk mendukung pemerintahan global yang efektif.

Kelima negara anggota MIKTA adalah negara anggota kelompok ekonomi G20 dengan PDB relatif serupa dan sama-sama bertujuan untuk memastikan sistem tata kelola global bermanfaat untuk semua negara. 

Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar