1.200 gereja di Jawa Barat akan dijaga pada Natal 2017

id natal ,pengamanan natal,polda jawa barat,operasi lilin lodaya

Dokumentasi umat Katolik yang mengenakan pakaian adat budaya Betawi mengikuti Misa Natal di Gereja Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/12/2016). Perayaan Natal dengan menggunakan pakaian adat Betawi yang dimulai sejak 1896 itu untuk mempertahankan warisan budaya adat masyarakat setempat sekaligus juga untuk perekat antarsesama dalam kehidupan yang beragam. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Bandung (ANTARA News) - 1.200 gereja akan dijaga dan dikawal polisi personel Polda Jawa Barat pada kebaktian dan misa Natal 2017. Personel pengaman merupakan gabungan petugas berbagai instansi pemangku kepentingan pada sektor pertahan dan keamanan setempat.  

"Kita ketahui jumlah gereja di Jawa Barat yang akan melakukan kegiatan kurang lebih 1.200 gereja, kita akan kawal," ujar Kepala Polda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Agung Maryoto, usai menggelar rapat koordinasi lintas sektoral dalam menyambut Natal dan Tahun Baru, di Bandung, Kamis.

Dia mengatakan, personil gabungan yang terdiri dari TNI, polisi, Satuan Polisi PP, serta intansi terkait akan bersiaga demi kelancaran perayaan Natal dan tahun baru. Namun ia tidak menyebutkan berapa jumlah pasti personil yang diturunkan. 

"Personel ada dua per tiga dari kekuatan, ditambah dari instansi lainnya," katanya.

Selain gereja, personel pengamanan akan ditempatkan di pusat keramaian seperti tempat wisata. "Natal fokus pengamanan tentu selain tempat ibadah, juga tempat keramaian dan tempat wisata," kata dia.

Akan tetapi, ternyata bukan cuma gereja dan pusat keramaian yang dijaga, karena kantor-kantor polisi juga dijaga pada Operasi Lilin Lodaya 2017 ini. Sudah beberapa kali terjadi teroris menyerang kantor polisi dan hal itu tidak boleh terjadi lagi. 

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar