Baznas Kulon Progo santuni 150 tukang becak Kota Wates

Baznas Kulon Progo santuni 150 tukang becak Kota Wates

Baznas Kulon Progo menyantuni 150 tukang becak yang beroperasi di Kota Wates. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menyantuni 150 tukang becak yang beroperasi di seputaran Kota Wates.

Kepala Baznas Kulon Progo Abdul Madjid di Kulon Progo, Jumat, mengatakan perolehan ZIS setiap tahun terus tumbuh, sedangkan untuk penasarufan pada Januari sampai Mei 2020 menyalurkan Rp4,1 miliar, khusus Bulan Puasa Rp1,9 miliar untuk lima program, yaitu takwa keagamaan, cerdas, sehat, peduli, dan makmur.

"Untuk kali ini kita menyalurkan program peduli untuk abang becak. Dinas Perhubungan mencatat ada 86 tukang becak, namun Baznas sendiri menyediakan sejumlah 150 santunan. Untuk tahun ini, santunan diberikan abang becak yang aktif dalam kesehariannya mencari nafkah melalui becaknya, semoga bantuan dapat bermanfaat untuk mereka,” katanya.

Setiap tukang becak mendapat Rp200 ribu dan caping.

Rencananya Baznas akan memoles becak agar seragam namun secara teknis cukup sulit dan belum bisa dilaksanakan.

"Walau sedang ada wabah COVID-19 kesadaran berzakat, bersedekah dan berinfak semakin meningkat,” kata Abdul Madjid.

Baca juga: Kemenag-BAZNAS bantu pegiat dakwah terdampak COVID-19

Penyaluran zakat untuk lima sasaran, yakni kegiatan keagamaan dan tempat ibadah, kesehatan masyarakat, anak didik keluarga miskin, kelompok ekonomi lemah dan pengusaha mikro.

"Kami juga memiliki program peduli bagi warga terkena bencana dan musibah," katanya.

Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan Baznas dan Pemkab Kulon Progo secara rutin memberi infak dan sedekah yang berasal dari 2,5 persen penyisihan gaji ASN di lingkungan Pemkab Kulon Progo, yang disalurkan melalui Baznas kepada ratusan tukang becak maupun duafa, pada akhir Bulan Suci Ramadhan.

Dia mengharapkan di tengah pandemi COVID--19, para tukang becak menaati ajuran pemerintah serta rajin membersihkan diri dan lingkungan.

“Momentum ini juga sebagai sosialisasi untuk lebih mengoptimalkan peran serta masyarakat, termasuk pengayuh becak untuk mendukung kebijakan pemerintah dengan menaati protokol kesehatan, sesuai perintah dari Gubernur DIY, bahwa hari ini bertepatan dengan gerakan wajib pakai masker, berharap santunan yang diberikan dapat memberikan manfaat di tengah wabah ini,” katanya.

Baca juga: BAZNAS ajak masyarakat menengah-atas bantu satu keluarga tidak mampu
Baca juga: Presiden Jokowi dan para menteri tunaikan zakat secara daring
Pewarta : Sutarmi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020