Solidaritas emak- emak rencanakan galang dana untuk korban demo

Solidaritas emak- emak rencanakan galang dana untuk korban demo

Aksi Solidaritas Emak-Emak di depan Polda Metro Jaya, Minggu (13/10/2019). ANTARA/Livia Kristianti/aa.

Jakarta (ANTARA) - Komunitas  "Solidaritas Emak-Emak" merencanakan aksi penggalangan dana bagi para korban demo dan keluarganya.

"Kita ke depannya ingin melakukan dukungan moril dari kita yaitu mengunjungi para korban. Makannya kita ke depannya ingin membuat acara penggalangan dana," kata Istriana Panca yang merupakan salah satu anggota "Solidaritas Emak-Emak saat ditemui dalam melaksanakan aksinya di Polda Metro Jaya, Minggu.

Wanita yang akrab disapa Panca itu mengatakan salah satu aksi yang akan dilakukan untuk menggalang dana dengan membuat acara panggung budaya.

Ajakan penggalangan dana nantinya akan dilakukan "Solidaritas Emak Emak" melalui media sosial agar banyak orang dapat berpartisipasi dalam kegiatan itu.

Diketahui Gerakan yang bernama "Solidaritas Emak Emak" melakukan aksi teatrikal tabur bunga sebagai tanda duka atas meninggalnya 5 orang anak muda dalam demonstrasi di depan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu.

Baca juga: Gerakan "Solidaritas Emak Emak" tabur bunga di Polda Metro Jaya

Baca juga: Keluarga Akbar Alamsyah bersedia terima pendampingan lembaga hukum

Baca juga: KPPPA: Ikut unjuk rasa bukan bentuk partisipasi anak


Aksi teatrikal tabur bunga ini merupakan aksi kedua yang dilakukan oleh 'Solidaritas Emak- Emak' di depan Polda Metro Jaya.

Dalam aksinya emak- emak itu turut menuntut Polda Metro Jaya secara terbuka dan transparan memberikan data tentang mahasiswa dan pelajar yang masih ditahan agar orang tua dan keluarga dapat mengetahui keadaan anak- anaknya.

Mereka berharap dengan adanya keterbukaan data tersebut mahasiswa dan pelajar tersebut mendapatkan haknya berupa pendampingan hukum.

Selain itu, tuntutan lainnya adalah agar tidak ada lagi kasus kekerasan yang dilakukan oleh penegak hukum kepada masyarakat ketika melakukan penyampaian pendapat di ruang publik.
 
Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019