Yonif 144/Jaya Yudha bantu penanganan kebakaran hutan di Jambi

id kabut asap,karhutla,bpbd, personil satgas karhutla muarojambi,kebakaran hutan,kebakaran hutan dan lahan,asap karhutla

Seorang prajurit TNI berjalan di dekat menara pantau di kawasan perkebunan PT BEP di kawasan Desa Puding, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi Provinsi Jambi, Sabtu (21/9/2019). ANTARA/Syarif Abdullah

Muarojambi (ANTARA) - Sebanyak 100 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 144/Jaya Yudha yang bermarkas di Bengkulu dikirim ke Provinsi Jambi untuk membantu proses penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu, Minggu.

Para prajurit Yonif 144/ Jaya Yudha tersebut tiba di Jambi pada Sabtu )21/9) pagi dan langsung disebar ke dua titik lokasi kebakaran hutan dan lahan di Jambi, yakni 75 personel diperbantukan di kawasan karhutla di Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi serta 25 personel memperkuat pemadaman karhutla di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

"Ya ada tambahan bantuan personel dari Yonif 144/Jaya Yudha Bengkulu, mereka tiba Sabtu (21/9) dan langsung dibagi ke dua titik," kata Kasdim 0415/Batanghari Mayor Beni di lokasi perkebunan PT BEP di Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi.

Prajurit muda dari wilayah Bengkulu tersebut, bergabung dengan ratusan personel Satgas Karhutla Muarojambi dan ikut melakukan pendinginan lahan di daerah itu.

Lokasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Kumpeh Ulu sebagai cukup parah, sedangkan hingga Minggu ini masih terus terjadi. Satgas karhutla menjadikan lokasi itu fokus pemadaman.

Baca juga: Jarak pandang rendah, aktivitas penerbangan di Jambi terganggu

Selain penambahan pesonel TNI dari Yonif 144/ Jaya Yudha Bengkulu, tambahan personel juga dari Polda Jambi. Sebanyak 50 personel Brimobda Polda Jambi diturunkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah itu.

"Ada tambahan sebanyak 50 personel dari Brimobda Polda Jambi, mereka turun Minggu ini," kata Kapolres Muarojambi AKBP Mardiono.

Dengan tambahan personel tersebut diharapkan penanganan kebakaran lahan di lokasi tersebut bisa lebih optimal.

"Dari mesin pompa air jumlahnya sudah cukup banyak dan cukup, kini ada tambahan personel TNI dan Polri. Namun, untuk menembus asap perlu masker oksigen, karena dengan masker biasa tidak bisa untuk melakukan pemadaman di dalam asap pekat," kata dia.

Baca juga: Satgas masih berupaya sekat kebakaran lahan di Kumpeh Ulu
Baca juga: Asap pekat, 4 maskapai alihkan penerbangan dari Pekanbaru

Pewarta : Syarif Abdullah
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar