Prancis kepada mitra G7: Informasi kunjungan Menlu Iran "cukup awal"

id G7,Istana Elysee

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berpartisipasi dalam Sesi Kerja KTT G7 mengenai Ekonomi Global, Kebijakan Luar Negeri dan Urusan Keamanan di Biarritz, Prancis, Minggu (25/8/2019). ANTARA FOTO/Andrew Harnik/Pool via REUTERS/ama/cfo

Biarritz, Prancis (ANTARA) - Prancis mengatakan kepada mitranya di G7 tentang kunjungan mengejutkan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, untuk pembicaraan di sela-sela KTT tersebut secepat mungkin, kata pejabat Prancis pada Minggu, setelah Gedung Putih mengaku langkah tersebut mengagetkan Presiden Donlad Trump.

"Semuanya diatur dengan sangat singkat," kata pejabat Istana Elysee kepada Reuters. "Semuanya terjadi mendadak. Negara-negara lain diberitahu secepat mungkin. Semuanya terjadi dalam hitungan jam."

Ketika ditanya mengapa negara-negara lain tidak diberitahu sebelumnya soal kunjungan tersebut, pejabat Istana Elysee menuturkan: "Mereka diberitahu cukup awal," dan menambahkan bahwa situasi diplomatik begitu sensitif.

Menteri luar negeri Iran bertolak untuk menggelar pembicaraan di sela-sela KTT G7 pada Minggu, saat tuan rumah Prancis menggencarkan upaya meredakan ketegangan antara Teheran dan Washington.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden Prancis Macron akan temui Menlu Iran sebelum G7

Baca juga: Diplomat: Macron tidak undang Presiden Rouhani ke KTT G7

Baca juga: Polisi Prancis gunakan gas air mata bubarkan massa anti-G7

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar