Program SMN dianggap mampu melestarikan budaya melalui generasi muda

id Program SMN dianggap mampu melestarikan budaya melalui generasi muda

Ketua tim penggerak PKK Provinsi Gorontalo Ida Syaidah memberikan sambutan pada penutupan dan malam ramah tamah program SMN di Kota Gorontalo. (Foto Adiwinata Solihin)

Gorontalo (ANTARA) - Ketua tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Ida Syaidah mengatakan jika program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) mampu melestarikan budaya bangsa melalui generasi muda.

"Siswa Mengenal Nusantara adalah wahana untuk mengetaui berbagai budaya, adat, kuliner, bahasa dan semua yang ada di Indonesia. Hal ini perlu dilestarikan melalui program SMN," ujar Ida, Kamis.

Menurutnya, program itu sangat bagus, dimana para peserta dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru, contohnya peserta dari Jawa Timur ke Gorontalo dan sebaliknya.

Ia berharap selama berada di Gorontalo, para peserta asal Jatim dapat mengenang apa saja yang diperoleh dan diketahui selama berada di Gorontalo.

"Insya Allah semua pengalaman yang didapat bisa memberikan kesan dan dibawa ke Jawa Timur, sampaikan Gorontalo kepada saudara dan teman saat kembali," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Mandiri Gorontalo Imam Achmadi mengatakan, program tersebut mengenalkan semua siswa dari berbagai penjuru Indonesia untuk mengenal berbagai sisi dari nusantara.

"Indonesia itu luas, memiliki berbagai macam budaya, adat, bahasa dan lainnya," ujarnya Imam.

Ia mengaku jika peserta SMN asal Gorontalo yang ke Jawa Timur telah belajar dan mengenal budaya, wisata, kuliner serta kehidupan sosial disana.

"Begitupun sebaliknya, peserta SMN asal Jatim yang di Gorontalo telah mengenal apa saja yang ada di Gorontalo dalam satu pekan ini," ungkapnya.

Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) merupakan rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di Provinsi Gorontalo yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri selaku koordinator serta Indonesia Re, PT PPI dan Djakarta Lloyd selaku wakil koordinator.
 

Pewarta : Adiwinata Solihin
Editor: Jaka Sugiyanta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar