Menlu Iran: AS tak bisa bikin Teluk Persia tidak aman

id Menlu Iran,Keamanan Teluk,AS

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif (Antaranews)

Oslo, Norwegia (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Kamis mengatakan Iran berusaha memelihara keamanan Teluk Persia dan Amerika Serikat mesti tahu negara itu tak bisa membuatnya jadi tidak aman.

Ia mengeluarkan pernyataan itu selama berbicara dengan tema "Resiko Perang dan Masa Depan Teluk Persia" di Lembaga Urusan Internasional Norwegia, tempat ia menambahkan berdasarkan Resolusi 2231, semua negara mesti menormalkan hubungan dengan Iran, tapi AS menekan mereka dan tidak mengizinkan mereka melakukan itu.

"Sasaran dari sanksi AS adalah rakyat biasa dan ini adalah satu jenis terorisme. Mereka (Amerika) melancarkan tekanan atas mereka agar mengubah pendirian mereka dan ini adalah definisi terorisme," katanya.

"Hari ini, mereka mengancam kebebasan pelayaran kami," kata Zarif, sebagaimana dikutip Kantor Berita Iran, IRNA --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Ia menyatakan Amerika Serikat mengklaim bahwa mereka telah menangkap kapal Iran berdasarkan peraturan Uni Eropa, tapi peraturannya bukan extraterritorial dan semua mesti menegakkan hukum internasional.

Baca juga: Inggris, Prancis, Amerika kumpul di Selat Hormuz

Jika semua negara tidak mematuhi peraturan internasional, kekacauan akan menyebar, kata Zarif.

Saat menyatakan bahwa Iran dengan garis pantai 1.500 mil adalah negara terbesar di Teluk, Zarif mengatakan separuh Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran dan tak seorang pun dapat menjamin keamanannya tanpa Iran.

"Teluk Persia mesti dijamin buat semua dan kami siap buat interaksi dengan negara yang tertarik untuk bekerjasama di bidan itu," katanya.

Baca juga: Senator AS dan menlu Iran bertengkar di Twitter

Ia mempertanyakan, "Mengapa negara lain mengizinkan AS merundung mereka? AS adalah perundung dan kami takkan menyerah pada kekerasan."

"Mereka lah yang memulai perang dengan Iran. Amerika mengira bahwa Iran akan ambruk dalam tujuh hari. Gengis Khan dan Saddam Hussein menyerang Iran dan mereka pergi, tapi Iran masih ada, berdiri di atas kakinya sejak 7.000 tahun lalu," katanya.

Ketika ditanya mengenai mekanisme bagi komunikasi dengan AS guna menurunkan ketegangan, ia berkata, "Kami ingin memberi pesan mendesak kepada AS, kami akan melakukan melalui Kedutaan Besar Swiss --yang mengurus kepentingan AS di Teheran."

Baca juga: Iran terima sinyal kontradiktif dari AS soal kesepakatan nuklir

Sumber: IRNA

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar