Suami Terjerat KPK, Istri Bupati Nyono Ambilkan Nomor Urut

id pilkada kabupaten jombang ,bupati nyono terjerat kpk,bupati jombang nyono suharli,kabupaten jombang

Suami Terjerat KPK, Istri Bupati Nyono Ambilkan Nomor Urut

Proses pengundian nomor urut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jombang, yang berlangsung pada 2018. Tiga pasangan akan ikut Pilkada Jombang. Foto Istimewa

Tadi Pak Nyono diwakili oleh istrinya yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jombang, yaitu Tjaturina Wihandoko. Sudah ada surat kuasa dari Pak Nyono dan ditandatangani Pak Nyono serta Subaidi Muhtar sebagai pasangannya
Jombang (Antaranews Jatim) - Petahana Bupati Jombang Nyono Suharli terjerat kasus dan masih diproses di KPK, sehingga diwakili oleh istrinya yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jombang Tjaturina Wihandoko, dalam pengambilan nomor urut calon peserta Pilkada Jombang 2018.


"Tadi Pak Nyono diwakili oleh istrinya yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jombang, yaitu Tjaturina Wihandoko. Sudah ada surat kuasa dari Pak Nyono dan ditandatangani Pak Nyono serta Subaidi Muhtar sebagai pasangannya," kata Komisioner KPU Kabupaten Jombang Muh Fatoni di Jombang, Selasa.


Ia mengatakan, proses pengambilan nomor urut itu berjalan dengan lancar. Acara itu digelar di halaman kantor KPU Kabupaten Jombang. Seluruh pasangan calon peserta pilkada juga hadir mengikuti acara tersebut.


Setelah proses pengambilan selesai, didapatkan dari tiga pasangan itu nomor urut peserta pilkada, yaitu pasangan nomor satu adalah Mundjidah dengan pasangannya Sumrambah, lalu kedua pasangan Nyono Suharli Wihandoko-Subaidi Muhtar, dan ketiga adalah M Syafiin - Choirul Anam.


Ketiga pasangan itu juga menunjukkan ke seluruh peserta yang hadir nomor urut yang telah mereka dapatkan untuk ikut Pilkada Kabupaten Jombang 2018. Nomor itu nantinya ditetapkan dan dipasang di kertas suara termasuk untuk sosialisasi peserta pilkada.


Fatoni menambahkan, seluruh calon diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato singkat terkait dengan harapan ke depannya. Waktu yang diberikan juga tidak lama, sekitar lima menit, sehingga mereka juga harus memilih kata-kata yang tepat untuk pidato itu.


Untuk selanjutnya, pasangan calon itu akan menyampaikan visi misi di depan anggota DPRD Kabupaten Jombang. Kegiatan itu berlangsung pada 15 Februari 2018, dan diikuti seluruhnya.


"Nanti pada 18 Februari 2018 akan ada acara deklarasi pilkada damai di alun-alun Kabupaten Jombang. Kami berharap, semuanya berjalan dengan lancar dan sukses," ucap Fatoni.


Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Jombang Mas`ud Zuremi mengatakan nomor yang telah didapatkan itu adalah nomor keberuntungan. Ke depannya, PKB serta seluruh partai pengusung juga akan berkomitmen memenangkan pilkada.


"Kami anggap ini harapan bersama dan alhamdulillah sesuai harapan. Itu nomor keberuntungan bagi kami, nomor kemenangan," ujar Mas`ud.


KPU sebelumnya telah menetapkan tiga pasangan itu sebagai calon Bupati dan calon Wakil Bupati Jombang. Berkas ketiga pasangan telah dinyatakan memenuhi syarat, sehingga lolos.


Walaupun saat ini petahana Bupati Jombang Nyono Suharli ada perkara hukum di KPK, kasus itu tidak memengaruhi proses di KPU Kabupaten Jombang. Nyono juga tetap ikut pilkada, sesuai dengan aturan yang berlaku.


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Jombang Nyono Suharli dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (3/2). Ia ditangkap lantaran diduga menerima sejumlah uang suap terkait perizinan penempatan jabatan di Pemkab Jombang. Suap itu diduga terkait dengan kesiapan untuk pilkada.


KPK juga telah menetapkan sebagai tersangka penerima suap pada Bupati Jombang Nyono Suharli. Selain Bupati Nyono, KPK juga menetapkan tersangka pada pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jombang, IN.


Pascaterkena OTT, dukungan dari partai pengusung juga mulai luntur. PAN mulai menarik dukungan pada pasangan Nyono Suharli-Subaidi Muhtar di Pilkada Kabupaten Jombang. Walaupun menarik dukungan, secara resmi data di KPU, PAN tetap sebagai partai pendukung.  (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar