Polisi Selidiki Botol "Molotov" di Kantor Pemuda Pancasila

id bom molotov, kantor pp, pemuda pancasila, jatim, polsek genteng, surabaya

Polisi Selidiki Botol

Salah satu bom diduga molotov yang ditemukan di halaman Kantor PP Jatim, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jumat (19/1), (IST/ Antaranews Jatim)

Dari tiga botol itu, dua di antaranya masih utuh berisi cairan lengkap dengan sumbunya. Satu botol lainnya saat ditemukan sudah pecah
Surabaya (Antaranews Jatim) - Kepolisian Sektor Genteng Surabaya menyelidiki botol yang diduga bom molotov yang ditemukan di halaman Kantor Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur (PP Jatim), Jalan Jaksa Agung Suprapto Surabaya.


"Seluruhnya ada tiga botol menyerupai bom molotov yang ditemukan di halaman Kantor PP Jatim tadi pagi," ujar Kepala Polsek Genteng Surabaya Komisaris Polisi (Kompol) Arie Trestiawan saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat.


Tiga botol itu ditenukan berisi cairan yang diduga bensin, lengkap dengan sumbunya, ditemukan oleh seorang anggota PP Jatim pada sekitar pukul 06.00 WIB pagi.


Kapolsek Arie Trestiawan ikut turun ke tempat kejadian perkara bersama sejumlah anggotanya begitu mendapat laporan dari pimpinan PP Jatim.


"Dari tiga botol itu, dua di antaranya masih utuh berisi cairan lengkap dengan sumbunya. Satu botol lainnya saat ditemukan sudah pecah," katanya.


Selain itu, dia menambahkan, dari ketiga botol yang ditemukan, pada masing-masing sumbunya terlihat bekas sulutan api.


Dugaan sementara, ketiga botol itu sudah disulut namun kemudian padam, dengan asumsi dikirim saat Kota Surabaya diguyur hujan deras antara waktu tadi malam hingga dini hari.


Namun Kompol Arie Trestiawan belum berani memastikan apakah memang benar tiga botol molotov itu dikirim dalam rentang waktu antara tadi malam hingga dini hari tadi saat Kota Surabaya diguyur hujan.


"Kami masih dalami laporan ini," ujarnya.


Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, di antaranya petugas sekuriti yang berjaga di Kantor PP Jatim.


Polisi, lanjut Arie, juga masih perlu mengumpulkan keterangan dari sejumlah lainnya, selain juga mempelajari rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang berada di sekitar tempat kejadian perkara. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar