Awal 2018, 50 Pejabat Pemkot Surabaya Dimutasi

id mutasi pejabat pemkot surabaya,wali kota surabaya,antara jatim

Awal 2018, 50 Pejabat Pemkot Surabaya Dimutasi

Sekitar 50 pejabat berdasarkan eselon IV A dan eselon III B di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya pada awal 2018 ini mendapat mutasi dan rotasi. Para pejabat tersebut dilantik Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Jumat. (Abdul

Tidak perlu kaget atas perombakan ini, karena saya ingin menyelamatkan nasib teman-teman dan sudah saya analisa semuanya
Surabaya (Antaranews Jatim) - Sekitar 50 pejabat berdasarkan eselon IV A dan eselon III B di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya pada awal 2018 ini mendapat mutasi dan rotasi.


"Tidak perlu kaget atas perombakan ini, karena saya ingin menyelamatkan nasib teman-teman dan sudah saya analisa semuanya," ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat melantik pejabat di Balai Kota Surabaya, Jumat.


Dari 50 pejabat yang dirotasi, rinciannya berdasarkan eselon IV A sebanyak 35 orang dan 15 orang pejabat eselon III.B. Sedangkan untuk pengangkatan dalam jabatan struktural, ada 2 orang kepala bidang, 17 orang sekretaris kecamatan dan 31 orang kepala seksi kecamatan.


Risma menyampaikan rotasi pejabat ini rutin dilakukan di lingkungan Pemkot Surabaya melalui berbagai macam pertimbangan salah satunya melakukan penyegaran dan menghindari praktik-praktik yang tidak diinginkan.


Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini menuturkan, jabatan hanyalah titipan yang sewaktu-waktu bisa lepas karenanya selagi mendapat amanah jabatan harus dimaksimalkan untuk memberikan hasil terbaik.


Sebab, lanjut wali kota, banyak orang yang susah mencari makan dan tidak sedikit orang yang menginginkan bisa bekerja di Pemkot Surabaya. "Ayo gunakan jabatan kita sebaik mungkin. Jangan melihat ke atas terus, coba sesekali lihat ke bawah," kata Risma.


Ia juga mengingatkan kepada para pejabat untuk terus berkomunikasi dengan baik satu dengan yang lain dan terus berbuat baik kepada siapapun khususnya kepada orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.


"Mumpung kita masih diberi kesehatan dan kesempatan oleh Tuhan, manfaatkan sebaik mungkin salah satunya dengan membantu orang, saya yakin orang itu pasti mengingat kita," ujarnya.


Ia menambahkan, prosesi pelantikan di mana pejabat yang dilantik diambil sumpahnya didampingi rohaniawan, bukanlah tanpa maksud. Namun, itu mengandung pesan kuat bahwa siapapun yang dilantik harus menyadari, mereka berucap sumpah jabatan dengan atas nama Tuhan.


"Ini pertanggungjawabannya kepada Tuhan, bukan kepada saya. Karena itu, kita harus lebih mementingkan kepentingan masyarakat dari pada diri sendiri," kata wali kota.


Ke depan, wali kota mengaku akan melakukan mutasi-rotasi jabatan di lingkungan Pemkot Surabaya. "Insyallah ada rotasi lagi, tapi ini masih harus melakukan pemetaan dan itu butuh waktu dan proses yang matang," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar