Anggaran FORMI Surabaya Selama 2018 Capai Rp1,1 Miliar (Video)

id FORMI Surabaya,Anggaran FORMI, Pemkot Surabaya

Anggaran FORMI Surabaya Selama 2018 Capai Rp1,1 Miliar (Video)

Sekretaris Umum FORMI Kota Surabaya periode 2017-2022, H.M. Sunar (Abdul Hakim)

Anggaran FORMI cukup besar, kami berharap bisa dimaksimalkan dengan baik

Surabaya (Antaranews Jatim) - Anggaran Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) dari APBD Kota Surabaya untuk kegiatan selama 2018 mencapai sekitar Rp1,1 miliar.


"Anggaran FORMI cukup besar, kami berharap bisa dimaksimalkan dengan baik," kata Sekretaris Umum FORMI Kota Surabaya periode 2017-2022, H.M. Sunar kepada Antara di Surabaya, Rabu.


Menurut dia, anggaran tersebut akan digunakan secara maksimal untuk kegiatan seperti menggelar perlombaan olahraga rekreatif dan tradisional, pelatihan wasit dan pembinaan SDM dan kegiatan lainnya.


"Kami akan mengundang seluruh kecamatan di Surabaya untuk mengikuti kegiatan FORMI. Ada 10 cabang olahraga tradisional yang akan diperlombakan di 2018," katanya.


Ia berharap FORMI bisa menjadi wadah sosialisasi olahraga tradisional yang kini perlahan-lahan mulai banyak ditinggalkan masyarakat. "Kami berharap warga Surabaya lebih tahu olahraga tradisonal," ujarnya.


Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta dukungan dari semua warga Surabaya agar olahraga rekreatif, olahraga tradisional, olahraga tantangan dan olahraga khusus bagi kelompok difabel bisa tetap dilestarikan di Surabaya.


"Ini juga termasuk program wali kota yang harus diteruskan," ujarnya.


Sunar mengatakan olahraga tradisonal yang sering dilombakan FORMI meliputi tarik tambang, ada lomba terompah panjang atau bakiak, hadang atau gobak sodor dan lainnya.


Selain itu, lanjut dia, FORMI juga telah menggelar Surabaya Sport for All (SSFA) pada 2017. SSFA bertujuan mengangkat derajat permainan tradisional agar kembali populer di tengah masyarakat.


Menurut Sunar, saat ini makin sedikit anak-anak yang menggemari permainan tradisional. Hal ini dikarenakan kebanyakan dari anak-anak lebih suka main gadget.


Namun, lanjut dia, kondisi itu mulai berubah karena hampir di tiap kelurahan di Surabaya ada perkumpulan olahraga rekreasi. Dari situ, permainan tradisional kembali dikenalkan kepada anak-anak mulai egrang, tulupan, sampai lari batok.


"Kami berharap olahraga tradisional bisa berkembang di Surabaya," katanya. (*)

Video Oleh Abdul Hakim


Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar