Kabupaten Malang Panen Perdana Padi Ciherang

id Kabupaten Malang, panen perdana padi ciherang, kelompok tani

Kabupaten Malang Panen Perdana Padi Ciherang

Kepala Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian Dr Andi M Syakir saat panen perdana padi Ciherang seluas 48 hektare di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (12/1) (istimewa)

Malang (Antaranews Jatim) - Kabupaten Malang, Jawa Timur panen padi jenis Ciherang seluas 48 hektare di Desa Curungrejo yang ditanam Kelompok Tani Mekarsari, di tengah lonjakan harga beras di pasaran.


Panen padi Ciherang perdana di Desa Curngrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (12/1) itu, dihadiri Kepala Balitbang Pertanian Dr Andi M Syakir, Kepala BBP2TP Dr Harris Syahbudin, Kepala Balai Benih padi Dr Ismail Wahab, Kepala BPTP Jatim Dr Chendy Tafakresnanto serta sejumlah pejabat di lingkungan Forkopimda Kabupaten Malang.


Dalam siaran pers yang diterima di Malang, Sabtu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang M Nasri Abdul Wahid mengatakan setelah panen perdana seluas 48 hektare, sekitar 45 hari ke depan juga akan memanen jenis padi yang sama seluar 40 hektare.


"Areal sawah yang dipanen saat ini merupakan daerah penyedia beras premium. Bahkan, Kabupaten Malang setiap tahun selalu surplus beras. Pada 2016 surplus beras 88 ribu ton dan tahun 2017 surplus 76 ribu ton," kata Nasri.


Ia mengemukakan Kabupaten Malang mampu merealisasikan surplus beras hingga puluhan ribu ton karena petani mampu menghasilkan sekitar 7,03 ton hingga 8 ton per hektare dengan indeks pertanaman (IP) 2,5. Kabupaten Malang sebagai penyangga kebutuhan pangan di wilayah Malang raya cukup aman.


Menurut dia, capaian surplus beras tersebut merupakan hasil kerja sama yang cukup solid antara penyuluh pertanian, TNI/Polri, Pemkab Malang serta kelompok petani. Hanya saja, kadang-kadang cuaca yang menjadi kendala, sebab berkaitan dengan ketersediaan air irigasi.


Karena itu, lanjutnya, pihaknya minta pemerintah pusat bersinergi untuk penyediaan air yang cukup bagi petani agar swasembaga pangan bisa berkelanjutan. "Selain bibit unggul dan pupuk, ketersediaan air yang mencukupi juga menjadi prioritas kami," ujarnya.


Pada kesempatan panen perdana padi Ciherang tersebut, Kepala Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Dr Andi M Syakir memberikan penghargaan kepada petani karena petani adalah pejuang swasembada pangan negeri.


Lebih lanjut, Andi mengatakan perhatian pemerintah kepada petani sudah cukup besar. Perhatian tersebut, di antaranya pendistribusian 280 ribu unit alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan 3 juta jaringan irigasi tersier dan tiga ribu embung di seluruh Tanah Air.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar