Bulog Madiun Targetkan Serap 33.000 Ton Beras

id serapan beras,pengadaan beras, beras bulog, perum bulog,Bulog Subdivre Madiun,Bulog Madiun,beras,jatim,Antaranews Jatim

Bulog Madiun Targetkan Serap 33.000 Ton Beras

Pekerja melakukan aktivitas pengepakan beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tulungagung di Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (7/4). Pemerintah mengucurkan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk menyerap 3,9 juta ton gabah hasil panen peta

Madiun (Antaranews Jatim) - Perum Bulog Subdivre 4 Madiun menargetkan serapan atau pengadaan beras petani sebanyak 33.000 ton selama tahun 2018.

"Target kami untuk pengadaan tahun ini sebesar 33.000 ton setara beras," ujar Kepala Bulog Subdivre 4 Madiun Heriswan kepada wartawan, Sabtu.  

Sesuai data, target pengadaan beras tersebut turun dari tahun 2017 yang ditetapkan sebanyak 65.000 ton. Turunnya target pengadaan tersebut dimungkinkan karena banyaknya kendala yang dihadapi Bulog dalam proses penyerapan beras.

Adapun, kendala yang paling dominan adalah Bulog kalah bersaing harga dengan pihak swasta untuk pembelian gabah atau beras milik petani.

Kalah bersaing tersebut, lanjutnya, disebabkan karena harga pembelian yang ditetapkan pemerintah (HPP) untuk pengadaan beras selalu di bawah harga yang ditawarkan pihak swasta kepada petani. Akibatnya, petani lebih memilih menjual gabah atau berasnya ke swasta karena lebih menguntungkan.

Meski menghadapi kendala, pihaknya terus melakukan pengadaan gabah dan beras. Di antaranya dengan memaksimalkan tim satgas serapan gabah yang telah dibentuk untuk terjun ke lapangan membeli gabah dan beras petani.

Ia menambahkan, stok beras yang dimiliki Bulog Subdivre 4 Madiun saat ini mencapai 9.000 ton. Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga empat bulan ke depan.

Pihaknya memastikan jumlah stok beras tersebut masih terus bertambah seiring upaya penyerapan gabah dan beras petani yang dilakukan oleh petugas Bulog setempat di wilayah kerjanya yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi. (*)

Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar