Sepuluh KK Warga Ngawi Dievakuasi Akibat Banjir

id evakuasi warga, warga ngawi, banjir ngawi, bengawan madiun, bengawan solo

Sepuluh KK Warga Ngawi Dievakuasi Akibat Banjir

Ngawi Terendam Banjir Polisi mendorong perahu karet untuk mengantarkan seorang penghulu yang akan menikahkan pengantin saat terjadi banjir di Kwadungan, Ngawi, Jawa Timur, Senin (24/4).. Antara Jatim/Foto/Siswowidodo/zk/17 (Ilustrasi)

Ngawi (Antaranews Jatim) - Sebanyak 10 kepala keluarga (KK) dievakuasi ke tempat yang lebih aman akibat Sungai Ketonggo yang merupakan anak sungai Bengawan Madiun meluap hingga menggenangi sejumlah rumah di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Ngawi, Jawa Timur, Senin.  Relawan BPBD Ngawi Priyanto mengatakan, luapan Sungai Ketonggo tersebut merendam sejumlah rumah warga yang berada di tepian sungai tersebut. 

"Air masuk ke dalam rumah warga secara perlahan dan kedalamannya bervariasi. Ada yang setengah meter dan ada juga yang hingga satu meter," ujar Priyanto kepada wartawan.



Tidak hanya warga yang dievakuasi, sejumlah ternak juga terpaksa dievakuasi karena kandangnya terendam air. 

Menurut dia, banjir yang terjadi di daerah tersebut disebabkan karena curah hujan yang tinggi dan faktor naiknya permukaan air di Sungai Bengawan Madiun. Akibatnya, air dari Sungai Ketonggo tertahan hingga meluap ke permukiman.

Meski terjadi banjir, namun genangan tersebut bersifat sementara tergantung dari debit Sungai Bengawan Madiun. Jika air Sungai Ketonggo segera masuk ke Bengawan Madiun maka banjir di kawasan tersebut cepat surut. Demikian juga sebaliknya.

Ia menambahkan, kondisi permukaan air di Sungai Bengawan Madiun selama beberapa hari terakhir terpantau sering naik. Hal tersebut disebabkan karena tingginya curah hujan di daerah hulu seperti lereng Gunung Wilis Kabupaten Madiun dan Ponorogo.

Kondisi tersebut tentu saja mempengaruhi ketinggian air Sungai Bengawan Solo tempat bermuaranya Sungai Bengawan Madiun.

Ketinggian air Bengawan Madiun dan Bengawan Solo di daerah Ngawi dimugkinkan akan berdampak pada dearah hilir seperti Kabupaten Bojonegoro. Warga di tepian aliran sungai tersebut diminta waspada. (*)

Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar