Sebagian cctv Grahadi Mati

id cctv mati, satpol pp, gedung grahadi, surabaya, antaranews jatim

Sebagian cctv Grahadi Mati

Kasatpol PP Pemprov Jawa Timur, Budi Santosa, menunjukkan cctv atau kamera tersembunyi yang tidak berfungsi di pintu masuk Gedung Negara Grahadi.

Saya sudah cek di pos penjagaan Satpol PP pintu masuk, memang cctv mati

Surabaya (Antarajatim News) - Sebagian “closed circuit television” (cctv) atau kamera tersembunyi yang berada di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, tak berfungsi.

“Iya benar, setelah dicek ternyata ada yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga harus ada perbaikan,” ujar Kasatpol PP Pemprov Jawa Timur, Budi Santosa, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu.

Tidak berfungsinya kamera tersembunyi di gedung milik Negara tempat Gubernur Jatim Soekarwo menerima tamu-tamu penting dinilai sangat rawan karena jika terjadi permasalahan tak bisa terpantau.

Pantauan Antara di pos penjagaan pintu utama, di layar pemantau rekaman cctv, memang kamera yang terpasang di atas tiang depan pos mengarah ke pintu gerbang tak terekam.

Termasuk kejadian seorang pria yang “nangkring” di atas pagar depan Grahadi sembari membawa botol berisi bensin lengkap dengan sumbu kain pada Sabtu, (6/1) siang.

Pada peristiwa tersebut tak bisa terpantau di kamera tersembunyi yang berada tepat di pintu gerbang masuk Gedung Negara Grahadi karena tak berfungsi sama sekali.

“Saya sudah cek di pos penjagaan Satpol PP pintu masuk, memang cctv mati. Segera saya berkoordinasi dengan biro umum untuk menangani hal ini dan memperbaikinya,” ucapnya.

Selain di pintu masuk Grahadi, sejumlah cctv lainnya juga terpantau mati, seperti di titik sisi barat gedung, pintu keluar dekat ruangan Wakil Gubernur Jatim serta beberapa titik lainnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengaku sudah menerima laporan terkait peristiwa di depan Grahadi, begitu juga dengan matinya cctv maupun rekamannya.

“Kami akan evaluasi dan menginstruksikan agar cctv di Grahadi seluruhnya berfungsi,” kata Gus Ipul, sapaan akrabnya. (*)

Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar