Kapolrestabes Pastikan Surabaya Tetap Kondusif

id surabaya kondusif, bom molotov, bom grahadi, tersangka bom, polrestabes surabaya

Kapolrestabes Pastikan Surabaya Tetap Kondusif

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menunjukkan sepeda angin milik tersangka GS, yang ditangkap karena membawa dua botol molotov, Sabtu (6/1). (Antaranews Jatim/ Hanif Nashrullah)

Peristiwanya pada hari ini memang kebetulan bersamaan dengan mundurnya seorang bakal calon wakil gubernur dari kontestasi Pilkada Jatim 2018. Namun saya pastikan kejadian pidana di Gedung Negara Grahadi tadi siang tidak ada sangkut pautnya dengan itu
Surabaya (Antaranews Jatim) - Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan memastikan Kota Surabaya masih tetap kondusif memasuki tahun politik menuju Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) 2018. 
     
"Peristiwa siang tadi tentang seorang pria yang tertangkap membawa bom molotov di Gedung Negara Grahadi sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Pilkada Jatim 2018," katanya kepada wartawan di Surabaya, Sabtu.
     
Pria berinisial GS, usia 47 tahun, warga Kampung Gunungsari Surabaya, ditangkap saat berupaya memasuki halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya pada sekitar pukul 11.00 WIB dengan cara memanjat pagar.
     
Rudi mengatakan, saat ditangkap, GS membawa dua botol berisi bensin lengkap dengan sumbunya, yang biasa disebut sebagai bom molotov, yang siap diledakkan. Salah satu botol pecah karena dilemparkan pelaku kepada petugas yang memergokinya.
     
"Seorang petugas kami terluka akibat terkena pecahan botol berisi bensin yang dilemparkan pelaku ke arah pipinya," ujarnya. 
     
Satu botol lainnya masih utuh berisi bensin lengkap dengan sumbunya telah diamankan di Polrestabes Surabaya. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti korek gas berwarna hijau, serta sepeda angin yang dikendarai tersangka yang di keranjangnya berisi empat ekor bangkai burung dara.
     
"Ini adalah bukti kesigapan petugas kami di lapangan. Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka," katanya.
     
Kendati proses penyelidikan hingga malam ini masih berjalan, Rudi memastikan peristiwa pidana di Gedung Negara Grahadi tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan momen Pilkada Jatim 2018.
     
"Peristiwanya pada hari ini memang kebetulan bersamaan dengan mundurnya seorang bakal calon wakil gubernur dari kontestasi Pilkada Jatim 2018. Namun saya pastikan kejadian pidana di Gedung Negara Grahadi tadi siang tidak ada sangkut pautnya dengan itu," ucapnya.    
     
Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan itu pun memastikan situasi Kota Surabaya saat ini masih tetap kondusif. "Saya jamin hingga pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 kondisi Kota Surabaya akan tetap terus kondusif," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar