Unej Jajaki Kerja Sama SMKN Pertanian-Perkebunan se-Jatim

id smkn pertanian-perkebunan sejatim, kerja sama dengan unej

Unej Jajaki Kerja Sama  SMKN Pertanian-Perkebunan se-Jatim

Rapat koordinasi 52 SMKN Pertanian-Perkebunan se-Jatim di Unej (Foto Humas Unej)

Dengan MoU itu, ada payung hukum yang jelas dalam upaya peningkatan SDM guru SMK dan pengembangan kurikulum yang selama ini berjalan. Kami juga berharap siswa SMK termasuk guru dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki Unej dalam proses pembelajaran dan penelitian
Jember (Antara Jatim) - Universitas Jember (Unej) mendorong percepatan akademik sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) Perkebunan-Pertanian di Jawa Timur dengan menggelar rapat koordinasi bersama 52 kepala SMKN Pertanian-Perkebunan se-Jatim di Kantor Pusat Kampus Unej, Kamis.

"Kami berjanji akan membantu permasalan yang dihadapi oleh SMKN Pertanian-Perkebunan di Jawa Timur," kata Dekan Fakultas Pertanian Unej Sigit Soeparjono di kampus setempat.

Sesuai dengan arahan Rektor Unej Moh. Hasan, lanjut dia, pihaknya akan segera membuat nota kesepahaman (MoU) terkait sinkronisasi kurikulum yang ada di SMKN Pertanian dan Perkebunan dengan Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) dan FKIP. 

"Hal itu dimaksudkan agar ada kesesuaian kurikulum yang ada di SMK, sehingga bagi yang ingin melanjutkan studi di Fakultas Pertanian dan FTP bisa berjalan dengan mudah," tuturnya.

Ia mengaku akan memberikan ruang bagi SMK yang ingin melakukan proses pembelajaran di Unej baik untuk menunjang proses akademik yang ada di sekolah maupun diluar sekolah (praktek).

Sementara Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMKN Pertanian-Kemaritiman Jawa Timur Gozali mengatakan permasalahan mendasar yang dihadapi oleh sekolah kejuruan yang berbasis pertanian dan perkebunan adalah rendahnya minat masyarakat karena animo orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMK Pertanian masih rendah.

"Dari tahun ke tahun penerimaan siswa baru di SMK Pertanian masih belum mengalami kenaikan, sehingga perlu ada upaya promosi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sekolah di SMK Pertanian adalah pilihan yang tepat," katanya.

Selain itu, kata dia, ketersediaan sarana dan prasarana yang kurang memadai dan masih jauh dari harapan, sehingga beberapa proses pembelajaran tidak bisa berjalan secara optimal.

"Keterbatasan lahan dan laboratorium untuk praktik juga menjadi kendala dalam proses percepatan akademik di sekolah SMK, terutama yang ada diwilyah Jawa Timur dan banyak guru SMK yang berasal dari ilmu murni, bukan dari keguruan, sehingga masih ada kendala dalam penerapan kurikulum di sekolah," tuturnya.

Melalui rapat koordinasi itu, ia berharap Unej dapat berperan dalam mengatasi persoalan yang dihadapi oleh SMK dan diharapkan adanya MoU antara SMK Pertanian-Perkebunan se-Jatim dengan kampus setempat.

"Dengan MoU itu,  ada payung hukum yang jelas dalam upaya peningkatan SDM guru SMK dan pengembangan kurikulum yang selama ini berjalan. Kami juga berharap siswa SMK termasuk guru dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki Unej dalam proses pembelajaran dan penelitian," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar