Santri Ditahan di Kediri Bebas Demi Hukum

id Santri Ditahan, santri mencuri, santri di Kediri, Bebas Demi Hukum, santri kabupaten kediri

Santri Ditahan di Kediri Bebas Demi Hukum

Ahmad Sarifudin (berkalung kain), santri asal Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, setelah keluar dari Lapas Kelas II A Kediri, Jawa Timur, Kamis (14/12). (Foto Asmaul Chusna)

Eksepsi diterima dan tahanan harus dikeluarkan. Berdasarkan peraturan MK, itu kaitannya dengan nilai dan hakim mempertimbangkan peraturan MK, sehingga harus dikeluarkan dari lapas,
Kediri (Antara Jatim) - Ahmad Sarifudin, santri asal Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang diproses di pengadilan negeri kabupaten setempat, atas dakwaan keterlibatan jaringan pencurian telepon seluler, akhirnya bebas demi hukum dari hasil sidang di pengadilan tersebut.
     
"Eksepsi diterima dan tahanan harus dikeluarkan. Berdasarkan peraturan MK, itu kaitannya dengan nilai dan hakim mempertimbangkan peraturan MK, sehingga harus dikeluarkan dari lapas," kata Kuasa Hukum LBH Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kediri Nur Baedah di Kediri, Kamis.
     
Ia mengatakan, majelis hakim telah memutuskan bahwa yang bersangkutan harus dikeluarkan dari rumah tahanan karena MK menganggap bahwa dakwaan tidak memenuhi syarat peraturan. Keputusan itu dikabulkan dalam sidang dengan agenda putusan yang digelar di PN Kabupaten Kediri tersebut.
     
Nur mengatakan, keputusan itu memang telah diberikan oleh majelis hakim. Keputusan itu juga tidak dilakukan terkait dengan aksi yang dilakukan oleh massa santri. Namun, hingga kini, juga belum terlihat adanya keberatan dari jaksa terkait dengan keputusan tersebut.
     
"Jika tidak terima, jaksa boleh mengajukan lagi, dan kami tetap akan mengikuti proses hukum yang ada. Dan, ini tidak ada hubungannya (dengan aksi dukungan santri), kami juga tidak menekan. Ini lepas total, harus dikeluarkan demi hukum," kata dia.
     
Ahmad Sarifudin sempat menjalani sidang di PN Kabupaten Kediri, dengan Ketua Majelis Hakim, Agustinus Yudi Setiawan dengan hakim anggotanya Imam Santoso dan D Herjuna Wisnu Gautama. Sidang dengan agenda putusan sela itu juga dihadiri puluhan santri. Mereka datang ke lokasi sidang, memberikan dukungan moral pada santri tersebut.
     
Ia diproses hukum terkait dengan tuduhan terlibat jaringan pencurian telepon seluler. Ia awalnya berniat membeli telepon seluler di sebuah konter di Jombang, setelah sebelumnya melakukan komunikasi dengan penjual lewat jejaring sosial. Yang bersangkutan membeli dengan harga sekitar Rp600 ribu. Namun, yang bersangkutan dituduh telah terlibat jaringan pencurian, mengingat telepon seluler itu ternyata hasil curian sehingga ditahan.  
     
Setelah putusan itu, massa santri datang ke Lapas Kelas II A Kediri, menyambut pembebasannya. Mereka mengumandangkan beragam selawat di sela-sela menunggu kebebasan Ahmad Sarifudin. Selain massa santri, juga terdapat ayah dari Ahmad Sarifudin. Mereka langsung sujud syukur bersama-sama setelah Ahmad keluar dari lapas. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar