Dekranasda Kediri Selenggarakan "Dhoho street fashion 3rd" (Video)

id Gandeng Desainer, Dekranasda Kediri, Dhoho street fashion 3rd, tenun kediri, tenun kota kediri, peragaan busana

Dekranasda Kediri Selenggarakan

Sejumlah model mengenakan baju hasil karya desainer asal Kediri, Jawa Timur, dalam kegiatan "Dhoho street fashion 3rd" di Taman Sekartaji, Kota Kediri, Kamis (14/12). (Foto Asmaul Chusna)

Kain yang diangkat ringan dengan motif dan ciri khas Kediri asli. Harapannya, tenun ikat Kediri ini makin dikenal banyak kalangan, warga Kediri bangga mengenakan tenun dan akan menjadi produk yang terus ada sampai kapanpun
Kediri (Antara Jatim) - Dekranasda Kota Kediri, Jawa Timur, menggandeng sejumlah desainer untuk mengenalkan tenun ikat Kediri lewat peragaan busana "Dhoho street fashion 3rd" yang diselenggarakan di area taman sekartaji, kota setempat.
     
Ketua Dekranasda Kota Kediri yang juga istri Wali Kota Kediri Ferry Sylviana Abu Bakar mengatakan tenun ikat adalah tenun yang menarik dan bisa dibuat menjadi aneka baju baik yang formal maupun nonformal. Pemkot membuat kegiatan "Dhoho street fashion 3rd" dengan peragaan busana fokus pada tenun ikat yang merupakan tenun khas kota ini. Tema yang diambil adalah "Mengikat Kediri, yang muda yang menenun". 
     
"Kain yang diangkat ringan dengan motif dan ciri khas Kediri asli. Harapannya, tenun ikat Kediri ini makin dikenal banyak kalangan, warga Kediri bangga mengenakan tenun dan akan menjadi produk yang terus ada sampai kapanpun," katanya dalam acara tersebut, Kamis.
     
Ia mengatakan, kegiatan ini juga sengaja melibatkan desainer baik lokal Kediri maupun nasional. Bahkan, juga melibatkan anak-anak sekolah untuk mendesain karya mereka. Seluruhnya membuat konsep baju dalam model kasual, sehingga bisa digunakan baik resmi ataupun kegiatan yang tidak resmi, termasuk untuk pakaian sehari-hari.
     
"Menggandeng Mas Didiet ini, semua tahu pelanggannya sangat banyak, fansnya juga banya dan tenun ikat bisa dinikmati seantero mana saja. Tenun ikat bisa dinikmati oleh para pelangganya (Didiet Maulana)," kata perempuan yang akrap disapa Bunda Fey ini. 
     
Sementara itu, Didiet Maulana, desainer ikat Indonesia mengatakan kegiatan ini berawal dari ide bersama termasuk dari Bu Fey yang berharap agar tenun ikat semakin dikenal di seluruh Indonesia. Ia merancang beragam baju dengan tema kasual, dengan bahan baku utama tenun ikat Kediri.
     
"Waktu itu idenya dari Bu Fey, yang inspirasinya baju tenun ikat bisa sebagai busana sehari-hari. Konsepnya kasual. Dan, tenun ikat ini kualiatasnya bagus, motifnya juga bagus, pembuatannya rapi," katanya.
     
Ia tertarik dengan tenun ikat Kediri. Selain pembuatannya yang rapi, tenun ini unik dengan beragam motifnya. Selain itu, proses regenerasi terus dilakukan, dengan banyaknya penenun muda di kota ini. Bahkan, pemerintah kota membuat kegiatan ekstra kurikuler tenun ikat. 
     
Kegiatan itu diikuti enam desainer baik lokal Kediri maupun nasional termasuk Didiet Maulana. Acara yang digelar di taman sekartaji itu juga berlangsung dengan meriah. Selain dihadiri Ketua Dekranasda Kota Kediri, juga Wali Kota Kediri, Wakil Wali Kota Kediri, Kapolresta Kediri, serta sejumlah tamu undangan. Istri Bupati Trenggalek Arumi Bachsin juga hadir dalam acara itu. 
     
Ratusan masyarakat juga sangat antusias menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Mereka bahkan mengabadikan kegiatan dengan telepon seluler yang mereka punya. (*)
Video Oleh Asmaul Chusna



Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar